Peresmian Ma'had eL Islamiy
Ustadz Muhammad Bardan Kindarto menyerahkan SK Mudir Ma'had kepada Ustadz Noviandi dalam acara Pembukaan Ma'had, pada hari Sabtu, tanggal 1 Muharam 1433 / 26 November 2011
Ustadz Muhammad Bardan Kindarto (Pembina)
Didampingi Ustadz Wahadi (Ketua Umum) pada Pembukaan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa", Sabtu 1 Muharam 1433 H
Para Santri pada acara pembukaan
Pembukaan Ma'had el Islamiy " 'Aqu-lu el Muqoffa" pada Hari Sabtu, tanggal 1 Muharram 1433 H di Auditorium Yayasan AKUIS Pusat
Hari Pertama didalam kelas
Santriwan yang sedang konsentrasi mendengar pengarahan hari pertama mereka didalam kelas
Pembukaan dan Peresmian Ma'had
Sabtu, 1 Muharam 1433 / 26 November 2012 di Gedung Auditorium Yayasan AKUIS Pusat diresmikan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa
Gedung Ma'had yang tampak kokoh
Gedung Ma'had dalam komplek Yayasan AKUIS Pusat yang terletak dipinggir Jalan Raya Palembang-Betung Km.14 dari Palembang
MASJID eL MUQOFFA
Masjid eL Muqoffa dengan dua lantai yang senantiasa dipenuhi dengan aktifitas ibadah, sholat berjama'ah, kuliah subuh, aktifitas santri dan lainnya.
GEDUNG MA'HAD
Gedung Ma'had dengan dua lantai sebagai wadah aktifitas belajar dan mengajar.
Minggu, 15 Juni 2014
KISAH QOBIL & HABIL
Rabu, 03 April 2013
Nabi Adam a.s.
Nabi Adam diciptakan oleh Allah dari tanah liat yang kering dan lumpur hitam (Qs.15:26), kemudian dibentuk dengan bentuk yang sebaik-baiknya, setelah sempurna maka Allah meniupkan ruh kepadanya hingga dia menjadi hidup, hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya: "yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah" (Qs.32:7). Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :“Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari). Allah pun berkehendak menciptakan Hawa sebagai pendamping hidup Adam, yang pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan, hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah satu firman-Nya :“Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (Qs.36:36). Adapun proses kejadian penciptaan Hawa ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa' ayat 1 yaitu :“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak”.Kemudian Adam dan Hawa diizinkan oleh Allah untuk tinggal di jannah, tetapi jannah yang dihuni adam bukan jannah yang dijanjikan Allah untuk para mukmin, sebagaimana para mufassirin menjelaskan bahwa jannah yang dihuni nabi adam dan hawa adalah dataran tertinggi di bumi,lebih tepatnya di mount everest di daerah Nepal, karena jannah yang dijanjikan Allah itu adalah jannah yang tidak akan pernah ada larangannya, jannah yang tidak pernah dilihat, didengar, dan belum pernah dihuni oleh siapapun.











