Seluruh jama’ah yang berdomisili di dalam komplek dan sekitarnya berbondong-bondong mengikuti rangkaian ibadah Shalat Tarawih perdana yang digelar di Masjid eL-Muqoffa Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat pada malam pertama Ramadhan 1447 H. Tepatnya pada malam Rabu, 17 Februari 2026 M.
Kegiatan yang menjadi momentum
pembuka di bulan Ramadhan ini diawali dengan Shalat Isya’ berjama’ah, yang
kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang penuh hikmah, merujuk
langsung kepada sumber pertama dan utama, Al-Quran dan As-Sunnah.
Kultum Santri: Menggali Esensi Shaum
Suasana menggetarkan hati ketika
sesi Kultum Santri yang disampaikan oleh Ahmad Febri, salah seorang
santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy tingkat masa bakti dari Desa Marga
Mulia, Kecamatan Rambang. Dengan lugas dan berapi-api, ia menyampaikan kultum
yang merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat ke-183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Dalam pemaparannya, Ahmad Febri
menjelaskan bahwa ayat ini menjadi fondasi utama kewajiban melaksanakan shaum
di bulan Ramadhan. Ia menekankan bahwa ibadah shaum bukan sekadar menahan lapar
dan dahaga, melainkan sebuah madrasah ilahiyah untuk membentuk karakter pribadi
yang bertakwa.
Lebih lanjut, ia mengaitkan
keistimewaan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Quran. "Bulan ini
adalah nuzulul Quran. Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus kita
jadikan sebagai titik tolak untuk menjadi generasi quranis, yaitu generasi yang
tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Quran
dalam kehidupan sehari-hari (tadabbur Al-Quran)," ujarnya di hadapan
jama'ah. Penutup ayat tersebut, la'allakum tattaquun, menjadi
target akhir yang harus diraih setiap muslim, yaitu meraih predikat takwa
sebagai karakter sejati seorang mukmin.
Shalat Tarawih Berjamaah dan Kajian Al-Islam: Pengajaran
Kisah Perang Badar
Setelah kultum, jama’ah
mendirikan Shalat Tarawih berjama’ah dengan khusyuk. Bertindak sebagai imam
adalah Ketua Pembina YPD AKUIS, Ustadz Arbani.
Puncak kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kajian Al-Islam
yang juga disampaikan oleh Ustadz Arbani. Dalam kajiannya, beliau
mengangkat dasar Al-Quran dari Surah Al-Fath ayat ke-4:
هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ
فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ
وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati
orang-orang mukmin untuk menambah keimanan mereka di samping keimanan mereka
(yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah
Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
Ustadz Arbani mengajak jama’ah
untuk merenungkan sebuah peristiwa monumental yang terjadi tepat pada tanggal
17 Ramadhan, yaitu Perang Badar di periode Madinah. Beliau memaparkan kondisi
pasukan muslim yang saat itu hanya berjumlah 313 orang dengan perlengkapan yang
sangat minim, baik dari segi kendaraan, peralatan perang, maupun keahlian
bertempur. Di hadapan mereka, berdiri pasukan Abu Sufyan yang jauh lebih unggul
secara fisik dan materi, sehingga wajar jika muncul rasa ragu di kalangan
sebagian muslim.
"Namun, di sinilah letak kekuatan iman. Ketika pasukan muslim berserah diri dan hanya mengharap pertolongan Allah, maka Allah menurunkan Sakinah (ketenangan) ke dalam hati mereka. Allah memiliki bala tentara yang tidak terlihat. Pada perang Badar, Allah menurunkan bantuan ribuan malaikat untuk berperang bersama kaum muslimin, sehingga atas izin Allah, kemenangan besar dapat diraih oleh pasukan yang lemah secara kasat mata."
Kisah heroik ini menjadi
pelajaran berharga bagi jama’ah bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada
hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, meskipun tantangan yang dihadapi tampak
mustahil. Semangat Perang Badar inilah yang harus menghidupkan jiwa kaum muslimin
di bulan Ramadhan, untuk terus berjuang melawan hawa nafsu dan meraih
kemenangan berupa derajat takwa.
Kegiatan Tarawih perdana di YPD
AKUIS Pusat ini pun berlangsung lancar dan meninggalkan kesan mendalam.
Kegiatan serupa akan terus berlangsung sepanjang bulan Ramadhan dengan jadwal
kultum santri dan kajian Al-Islam yang telah dipersiapkan secara bergantian.
Muhammad Rusdan Baldan






0 komentar:
Posting Komentar