Rabu, 18 Februari 2026

Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat Gelar Tarawih Perdana, Hidupkan Generasi Quranis & Meneladani Semangat Perang Badar

Seluruh jama’ah yang berdomisili di dalam komplek dan sekitarnya berbondong-bondong mengikuti rangkaian ibadah Shalat Tarawih perdana yang digelar di Masjid eL-Muqoffa Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat pada malam pertama Ramadhan 1447 H. Tepatnya pada malam Rabu, 17 Februari 2026 M.

Kegiatan yang menjadi momentum pembuka di bulan Ramadhan ini diawali dengan Shalat Isya’ berjama’ah, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang penuh hikmah, merujuk langsung kepada sumber pertama dan utama, Al-Quran dan As-Sunnah.

Kultum Santri: Menggali Esensi Shaum

Suasana menggetarkan hati ketika sesi Kultum Santri yang disampaikan oleh Ahmad Febri, salah seorang santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy tingkat masa bakti dari Desa Marga Mulia, Kecamatan Rambang. Dengan lugas dan berapi-api, ia menyampaikan kultum yang merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat ke-183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Dalam pemaparannya, Ahmad Febri menjelaskan bahwa ayat ini menjadi fondasi utama kewajiban melaksanakan shaum di bulan Ramadhan. Ia menekankan bahwa ibadah shaum bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah ilahiyah untuk membentuk karakter pribadi yang bertakwa.

Lebih lanjut, ia mengaitkan keistimewaan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Quran. "Bulan ini adalah nuzulul Quran. Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus kita jadikan sebagai titik tolak untuk menjadi generasi quranis, yaitu generasi yang tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari (tadabbur Al-Quran)," ujarnya di hadapan jama'ah. Penutup ayat tersebut, la'allakum tattaquun, menjadi target akhir yang harus diraih setiap muslim, yaitu meraih predikat takwa sebagai karakter sejati seorang mukmin.

Shalat Tarawih Berjamaah dan Kajian Al-Islam: Pengajaran Kisah Perang Badar

Setelah kultum, jama’ah mendirikan Shalat Tarawih berjama’ah dengan khusyuk. Bertindak sebagai imam adalah Ketua Pembina YPD AKUIS, Ustadz Arbani.

Puncak kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kajian Al-Islam yang juga disampaikan oleh Ustadz Arbani. Dalam kajiannya, beliau mengangkat dasar Al-Quran dari Surah Al-Fath ayat ke-4:

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan mereka di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Ustadz Arbani mengajak jama’ah untuk merenungkan sebuah peristiwa monumental yang terjadi tepat pada tanggal 17 Ramadhan, yaitu Perang Badar di periode Madinah. Beliau memaparkan kondisi pasukan muslim yang saat itu hanya berjumlah 313 orang dengan perlengkapan yang sangat minim, baik dari segi kendaraan, peralatan perang, maupun keahlian bertempur. Di hadapan mereka, berdiri pasukan Abu Sufyan yang jauh lebih unggul secara fisik dan materi, sehingga wajar jika muncul rasa ragu di kalangan sebagian muslim.

"Namun, di sinilah letak kekuatan iman. Ketika pasukan muslim berserah diri dan hanya mengharap pertolongan Allah, maka Allah menurunkan Sakinah (ketenangan) ke dalam hati mereka. Allah memiliki bala tentara yang tidak terlihat. Pada perang Badar, Allah menurunkan bantuan ribuan malaikat untuk berperang bersama kaum muslimin, sehingga atas izin Allah, kemenangan besar dapat diraih oleh pasukan yang lemah secara kasat mata."




Kisah heroik ini menjadi pelajaran berharga bagi jama’ah bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, meskipun tantangan yang dihadapi tampak mustahil. Semangat Perang Badar inilah yang harus menghidupkan jiwa kaum muslimin di bulan Ramadhan, untuk terus berjuang melawan hawa nafsu dan meraih kemenangan berupa derajat takwa.

Kegiatan Tarawih perdana di YPD AKUIS Pusat ini pun berlangsung lancar dan meninggalkan kesan mendalam. Kegiatan serupa akan terus berlangsung sepanjang bulan Ramadhan dengan jadwal kultum santri dan kajian Al-Islam yang telah dipersiapkan secara bergantian.

Muhammad Rusdan Baldan

0 komentar:

Posting Komentar