TARBIYATUL AWALIYAH – Suasana di lingkungan Tarbiyatul Awaliyah tampak berbeda sejak Jum'at hingga Ahad, 30 Januari - 1 Februari 2026. Sebanyak empat regu yang terdiri dari santri kelas 4-6 mengikuti rangkaian perkemahan tahunan yang dirancang sebagai sarana penguatan karakter, kemandirian, dan keterampilan lapangan.
Kegiatan ini berjalan di bawah koordinasi Ustadz
Heriyanto selaku Penanggung Jawab. Teknis pelaksanaan di lapangan dimandat
kepada Miss Nurjannah dan Ustadzah Harbiyatul Muthmainnah sebagai
koordinator manajemen peserta. Guna memastikan kelancaran operasional, panitia
menyiagakan beberapa divisi khusus:
- Kesehatan:
Ustadzah Balinda.
- Perlengkapan:
Ustadz Ibrahim Abdurrahman Al Musyaddad.
- Dokumentasi:
Ustadz Muhammad Al Fajar.
- Keamanan:
Ustadz Faza Al Farizi.
Pendampingan regu dilakukan secara intensif oleh para
mentor, di antaranya Ustadz Ardan Jauhari (Regu Al Faruq), Ustadz
Faza (Regu Al Malik), serta Nurul Khairiyah dan Marhamah Uswatun
Hasanah (Regu Fatimah dan Khadijah).
Agenda perkemahan tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga pembekalan keterampilan fungsional. Salah satunya adalah Workshop Pembuatan Pupuk Kompos yang dipandu oleh Miss Nurjannah. Dalam sesi ini, santri mempraktikkan pengolahan limbah organik menggunakan aktivator seperti EM4 atau air cucian beras untuk menghasilkan pupuk padat dan cair melalui sistem komposter yang sistematis.
Aspek ketangkasan dan strategi diuji di Lapangan Balai Desa
BW melalui dua metode utama:
- Tapak
Jejak: Simulasi pemecahan masalah melalui teka-teki berantai yang
menuntut kerja sama tim.
- Permainan
Kelompok: Kompetisi asah otak untuk menguji ketajaman berpikir dan
wawasan para santri secara kolektif.
Selama tiga hari pelaksanaan, santri dilatih untuk mengelola
kebutuhan logistik secara mandiri, mulai dari memasak hingga pengelolaan
perlengkapan regu. Jadwal harian juga mengintegrasikan nilai spiritual melalui
pelaksanaan sholat berjamaah dan tadarrus rutin di area perkemahan.
Pada hari Sabtu, intensitas kegiatan meningkat dengan adanya
latihan LTBB (Latihan Tata Upacara Bendera dan Baris-berbaris) serta praktik
merangkai tandu darurat sebagai bagian dari keterampilan pertolongan pertama.
Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada hari Ahad oleh Ustadz
Heriyanto. Penutupan ditandai dengan pengumuman pemenang untuk berbagai
kategori, meliputi lomba yel-yel, LTBB, teknik merangkai tandu, hingga
penentuan Regu Terbaik. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk validasi
atas disiplin dan semangat juang yang telah ditunjukkan para santri selama
berlangsungnya kegiatan di bawah langit terbuka tersebut.






0 komentar:
Posting Komentar