Kamis, 05 Februari 2026

Perkemahan Santri Tarbiyatul Awaliyah Tahun 1447 H/2026 M

TARBIYATUL AWALIYAH – Suasana di lingkungan Tarbiyatul Awaliyah tampak berbeda sejak Jum'at hingga Ahad, 30 Januari - 1 Februari 2026. Sebanyak empat regu yang terdiri dari santri kelas 4-6 mengikuti rangkaian perkemahan tahunan yang dirancang sebagai sarana penguatan karakter, kemandirian, dan keterampilan lapangan.

Kegiatan ini berjalan di bawah koordinasi Ustadz Heriyanto selaku Penanggung Jawab. Teknis pelaksanaan di lapangan dimandat kepada Miss Nurjannah dan Ustadzah Harbiyatul Muthmainnah sebagai koordinator manajemen peserta. Guna memastikan kelancaran operasional, panitia menyiagakan beberapa divisi khusus:

  • Kesehatan: Ustadzah Balinda.
  • Perlengkapan: Ustadz Ibrahim Abdurrahman Al Musyaddad.
  • Dokumentasi: Ustadz Muhammad Al Fajar.
  • Keamanan: Ustadz Faza Al Farizi.

Pendampingan regu dilakukan secara intensif oleh para mentor, di antaranya Ustadz Ardan Jauhari (Regu Al Faruq), Ustadz Faza (Regu Al Malik), serta Nurul Khairiyah dan Marhamah Uswatun Hasanah (Regu Fatimah dan Khadijah).

Agenda perkemahan tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga pembekalan keterampilan fungsional. Salah satunya adalah Workshop Pembuatan Pupuk Kompos yang dipandu oleh Miss Nurjannah. Dalam sesi ini, santri mempraktikkan pengolahan limbah organik menggunakan aktivator seperti EM4 atau air cucian beras untuk menghasilkan pupuk padat dan cair melalui sistem komposter yang sistematis.

Aspek ketangkasan dan strategi diuji di Lapangan Balai Desa BW melalui dua metode utama:

  1. Tapak Jejak: Simulasi pemecahan masalah melalui teka-teki berantai yang menuntut kerja sama tim.
  2. Permainan Kelompok: Kompetisi asah otak untuk menguji ketajaman berpikir dan wawasan para santri secara kolektif.

Selama tiga hari pelaksanaan, santri dilatih untuk mengelola kebutuhan logistik secara mandiri, mulai dari memasak hingga pengelolaan perlengkapan regu. Jadwal harian juga mengintegrasikan nilai spiritual melalui pelaksanaan sholat berjamaah dan tadarrus rutin di area perkemahan.

Pada hari Sabtu, intensitas kegiatan meningkat dengan adanya latihan LTBB (Latihan Tata Upacara Bendera dan Baris-berbaris) serta praktik merangkai tandu darurat sebagai bagian dari keterampilan pertolongan pertama.

Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada hari Ahad oleh Ustadz Heriyanto. Penutupan ditandai dengan pengumuman pemenang untuk berbagai kategori, meliputi lomba yel-yel, LTBB, teknik merangkai tandu, hingga penentuan Regu Terbaik. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk validasi atas disiplin dan semangat juang yang telah ditunjukkan para santri selama berlangsungnya kegiatan di bawah langit terbuka tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar