Nuansa gembiraan di Auditorium YPD AKUIS Pusat pada Kamis
malam 20 Februari 2026 /Malam ke-3 Ramadhan 1447 H. Suara bising
dan tawa anak-anak bergema menandai dimulainya pembukaan Pesantren
Ramadhan Anak-Anak YPD AKUIS Pusat Tahun 1447 H. Acara yang digelar setelah
Sholat Isya berjamaah ini menjadi momentum penyemangat bagi putra-putri jama’ah
YPD AKUIS Pusat dan sekiatnya untuk mengisi bulan Ramadhan dengan ilmu dan
ibadah.
Kegiatan yang akan berlangsung selama 24 hari ke depan ini
didasari oleh semangat pengkondisian khusus di lingkungan YPD AKUIS selama
Bulan Ramadhan dan Syawal, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Pengurus
Yayasan Nomor 035/YPDA-KP/Pn.03/B.K/08.47.
Belajar, Bermain, dan Beribadah
Ketua Pelaksana, Ilham Grenadi, yang merupakan
santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy tingkat Zu’ama, memimpin langsung
jalannya acara. Dalam sambutannya, ia memaparkan rangkaian kegiatan yang akan
menyemarakkan bulan Ramadhan bagi kurang lebih 140 anak usia 5-12 tahun, yang
mayoritas merupakan santri Tarbiyatul Awaliyah.
“InsyaAllah, selama 24 hari ke depan, anak-anak tidak hanya
akan menjalani masa belajar-mengajar, tetapi juga akan mengikuti serangkaian
lomba,” ujar Ilham dalam wawancara.
Ia merinci, materi yang diajarkan meliputi hafalan Al-Quran,
doa sehari-hari, praktik sholat, lagu-lagu islami, mengenal sifat-sifat Allah,
nama malaikat dan tugasnya, kisah para rasul, hingga pengenalan bahasa Arab dan
Inggris. Puncak acara akan dilaksanakan pada malam ke-27 Ramadhan di Masjid
eL-Muqoffa, dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.
“Harapan saya, para pengajar dapat meningkatkan
disiplin dan menjadikan ini sebagai pengalaman berharga dalam mendidik. Untuk
adik-adik peserta, manfaatkan waktu ini untuk belajar sambil bermain, dan yang
terpenting adalah melatih ibadah sholat dengan bacaan dan gerakan yang baik dan
benar,” tambah Ilham.
Pengalaman Berharga dari Alumni untuk Generasi Penerus
SuSuasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dengan hadirnya para pembimbing yang merupakan santri putra dan putri Ma’had kelas 3 hingga kelas 10. Salah satunya adalah Nada Syahidah, atau yang akrab disapa Kakak Nada, seorang santri putri kelas 6 Ma’had yang juga merupakan alumni peserta Pesantren Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.Nada berbagi cerita tentang pengalamannya. “Dulu saat saya menjadi murid di sini, saya merasakan betul metode belajar yang seru dan asik. Kami diajarkan dengan cara bermain, tebak-tebakan, dan bernyanyi, jadi materinya mudah dipahami,” kenangnya.
Kini di posisi sebagai pembimbing, Nada mengaku mendapatkan
pengalaman tak ternilai. “Menjadi pengajar di sini benar-benar
mengajarkan kami untuk memahami psikologi anak-anak usia 5-12 tahun. Dibutuhkan
kesabaran dan kedisiplinan ekstra,” katanya.
Kepada para peserta didik, ia berpesan agar senantiasa
menghormati guru dan orang yang lebih tua. Ia juga mengingatkan sesama pengajar
untuk fokus dan disiplin dalam tugas, serta mengajak para wali murid untuk
bersinergi dalam mendidik adab dan akhlak anak.
Kebahagiaan Sederhana di Bulan Penuh Ampunan
Kegembiraan tak hanya terpancar dari wajah para panitia,
tetapi juga dari para peserta. Salah seorang peserta, Faza, santri
kelas 6 Tarbiyatul Awaliyah, dengan polosnya mengungkapkan perasaannya.
“Seru!!! Apolagi pas balek, ado sneknyo senang
nian!!!” ucap Faza bahagia menggunakan bahasa Palembang,
menggambarkan kesederhanaan keceriaan anak-anak yang begitu berarti.
Acara pembukaan yang berlangsung hingga pukul 21.30 WIB itu
diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pengarahan, pembagian
kelompok, hingga sesi belajar dan bermain perdana bersama pembimbing. Setelah
Sholat Tarawih berjamaah, acara semakin meriah dengan games, tebak-tebakan, dan
menyanyi lagu-lagu islami sebelum akhirnya ditutup dengan pembagian makanan
ringan (snek) dan kepulangan para peserta dengan hati gembira dan penuh
semangat menjalani ibadah puasa keesokan harinya.
Dengan semangat kebersamaan dan niat ikhlas karena Allah
SWT, Pesantren Ramadhan Anak-Anak di YPD AKUIS Pusat ini diharapkan mampu
melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, serta cinta kepada
Allah & Rasul-Nya.
Muhammd Fadhil










