Peresmian Ma'had eL Islamiy

Ustadz Muhammad Bardan Kindarto menyerahkan SK Mudir Ma'had kepada Ustadz Noviandi dalam acara Pembukaan Ma'had, pada hari Sabtu, tanggal 1 Muharam 1433 / 26 November 2011

Ustadz Muhammad Bardan Kindarto (Pembina)

Didampingi Ustadz Wahadi (Ketua Umum) pada Pembukaan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa", Sabtu 1 Muharam 1433 H

Para Santri pada acara pembukaan

Pembukaan Ma'had el Islamiy " 'Aqu-lu el Muqoffa" pada Hari Sabtu, tanggal 1 Muharram 1433 H di Auditorium Yayasan AKUIS Pusat

Hari Pertama didalam kelas

Santriwan yang sedang konsentrasi mendengar pengarahan hari pertama mereka didalam kelas

Pembukaan dan Peresmian Ma'had

Sabtu, 1 Muharam 1433 / 26 November 2012 di Gedung Auditorium Yayasan AKUIS Pusat diresmikan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa

Gedung Ma'had yang tampak kokoh

Gedung Ma'had dalam komplek Yayasan AKUIS Pusat yang terletak dipinggir Jalan Raya Palembang-Betung Km.14 dari Palembang

MASJID eL MUQOFFA

Masjid eL Muqoffa dengan dua lantai yang senantiasa dipenuhi dengan aktifitas ibadah, sholat berjama'ah, kuliah subuh, aktifitas santri dan lainnya.

GEDUNG MA'HAD

Gedung Ma'had dengan dua lantai sebagai wadah aktifitas belajar dan mengajar.

Rabu, 18 Februari 2026

Masjid eL-Muqoffa YPD AKUIS Pusat: Buka Bersama, Wujudkan Hidup Berjama'ah Berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah

Bulan Ramadhan menjadi momentum penguatan nilai-nilai Islam yang hakiki di Masjid eL-Muqoffa Yayasan Pendidikan Dan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat. Setiap tahunnya, masjid ini secara konsisten menghidupkan syiar Ramadhan melalui kegiatan buka puasa bersama yang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan implementasi nyata dari kehidupan berjama'ah yang berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.

Kegiatan yang berlangsung setiap maghrib selama bulan Ramadhan ini melibatkan seluruh elemen keluarga besar YPD AKUIS—mulai dari pembina, pengurus, jama'ah, muslimah, santri, hingga anak-anak. Semua duduk bersama dalam satu atap, tanpa sekat dan tanpa perbedaan, mencerminkan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 103-104:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝١٠٣وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤

Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali Allah (Dienullah), janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk (103). Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada Al-Khair (kemurnian Islam), menyeruh (berbuat) dengan yang m’kruf, dan mencegah/mengantisipasi dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung (104).

Muslimah dan Santri: Penyedia Takjil

Keistimewaan kegiatan ini terletak pada peran aktif para muslimah dan santri dalam menyiapkan hidangan takjil. Sejak sore hari, para muslimah dan santri bahu-membahu menyiapkan aneka takjil. Momen ini menjadi sarana pendidikan bagi para santri untuk belajar tentang keutamaan berbagi dan melayani sesama Muslim.

Kebersamaan Tanpa Sekat: Cerminan Ukhuwah Islamiyah

Menjelang waktu Maghrib, teras masjid mulai dipadati jama'ah. Pemandangan yang mengharukan terlihat ketika para pembina yayasan duduk berdampingan dengan jama'ah, pengurus, santri, dan anak-anak. Tanpa membeda-bedakan—semua duduk beralaskan lantai yang sama, menanti azan Maghrib berkumandang.

Kegiatan rutin di Masjid eL-Muqoffa ini membuktikan bahwa hidup berjama'ah atas dasar Al-Quran dan As-Sunnah bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata yang membawa keberkahan. Anak-anak belajar tentang kebersamaan, para remaja belajar tentang pelayanan, para orang tua mendapatkan sahabat dalam ketaatan, dan semua merasakan manisnya ukhuwah Islamiyah.

Semoga semangat ini terus terjaga, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan berikutny.

Andey Agusti Sisika

Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat Gelar Tarawih Perdana, Hidupkan Generasi Quranis & Meneladani Semangat Perang Badar

Seluruh jama’ah yang berdomisili di dalam komplek dan sekitarnya berbondong-bondong mengikuti rangkaian ibadah Shalat Tarawih perdana yang digelar di Masjid eL-Muqoffa Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat pada malam pertama Ramadhan 1447 H. Tepatnya pada malam Rabu, 17 Februari 2026 M.

Kegiatan yang menjadi momentum pembuka di bulan Ramadhan ini diawali dengan Shalat Isya’ berjama’ah, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang penuh hikmah, merujuk langsung kepada sumber pertama dan utama, Al-Quran dan As-Sunnah.

Kultum Santri: Menggali Esensi Shaum

Suasana menggetarkan hati ketika sesi Kultum Santri yang disampaikan oleh Ahmad Febri, salah seorang santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy tingkat masa bakti dari Desa Marga Mulia, Kecamatan Rambang. Dengan lugas dan berapi-api, ia menyampaikan kultum yang merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat ke-183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Dalam pemaparannya, Ahmad Febri menjelaskan bahwa ayat ini menjadi fondasi utama kewajiban melaksanakan shaum di bulan Ramadhan. Ia menekankan bahwa ibadah shaum bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah ilahiyah untuk membentuk karakter pribadi yang bertakwa.

Lebih lanjut, ia mengaitkan keistimewaan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Quran. "Bulan ini adalah nuzulul Quran. Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus kita jadikan sebagai titik tolak untuk menjadi generasi quranis, yaitu generasi yang tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari (tadabbur Al-Quran)," ujarnya di hadapan jama'ah. Penutup ayat tersebut, la'allakum tattaquun, menjadi target akhir yang harus diraih setiap muslim, yaitu meraih predikat takwa sebagai karakter sejati seorang mukmin.

Shalat Tarawih Berjamaah dan Kajian Al-Islam: Pengajaran Kisah Perang Badar

Setelah kultum, jama’ah mendirikan Shalat Tarawih berjama’ah dengan khusyuk. Bertindak sebagai imam adalah Ketua Pembina YPD AKUIS, Ustadz Arbani.

Puncak kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kajian Al-Islam yang juga disampaikan oleh Ustadz Arbani. Dalam kajiannya, beliau mengangkat dasar Al-Quran dari Surah Al-Fath ayat ke-4:

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan mereka di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Ustadz Arbani mengajak jama’ah untuk merenungkan sebuah peristiwa monumental yang terjadi tepat pada tanggal 17 Ramadhan, yaitu Perang Badar di periode Madinah. Beliau memaparkan kondisi pasukan muslim yang saat itu hanya berjumlah 313 orang dengan perlengkapan yang sangat minim, baik dari segi kendaraan, peralatan perang, maupun keahlian bertempur. Di hadapan mereka, berdiri pasukan Abu Sufyan yang jauh lebih unggul secara fisik dan materi, sehingga wajar jika muncul rasa ragu di kalangan sebagian muslim.

"Namun, di sinilah letak kekuatan iman. Ketika pasukan muslim berserah diri dan hanya mengharap pertolongan Allah, maka Allah menurunkan Sakinah (ketenangan) ke dalam hati mereka. Allah memiliki bala tentara yang tidak terlihat. Pada perang Badar, Allah menurunkan bantuan ribuan malaikat untuk berperang bersama kaum muslimin, sehingga atas izin Allah, kemenangan besar dapat diraih oleh pasukan yang lemah secara kasat mata."




Kisah heroik ini menjadi pelajaran berharga bagi jama’ah bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, meskipun tantangan yang dihadapi tampak mustahil. Semangat Perang Badar inilah yang harus menghidupkan jiwa kaum muslimin di bulan Ramadhan, untuk terus berjuang melawan hawa nafsu dan meraih kemenangan berupa derajat takwa.

Kegiatan Tarawih perdana di YPD AKUIS Pusat ini pun berlangsung lancar dan meninggalkan kesan mendalam. Kegiatan serupa akan terus berlangsung sepanjang bulan Ramadhan dengan jadwal kultum santri dan kajian Al-Islam yang telah dipersiapkan secara bergantian.

Muhammad Rusdan Baldan

Selasa, 17 Februari 2026

Pembagian Rapor Santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Isalmiy Caturwulan II Tahun 1447 H: Apresiasi Kepada 15 Santri, Khatamkan Tulisan Tangan Al-Quran

Senyum bahagia dan rasa syukur menyelimuti Auditorium YPD AKUIS Pusat pada Senin, 28 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 16 Februari 2026 M. Suasana haru dan semangat tampak dari wajah para santri, asatidz, dan pengurus Yayasan yang hadir dalam acara Pembagian Rapor Santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamy Caturwulan II Tahun 1447 H.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Ma’had ini merupakan agenda rutin Bidang Pendidikan YPD AKUIS Pusat menjelang libur Ramadan 1447 H. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ustadz Fikri Akbar selaku Wakil Mudir Ma’had, yang kemudian memandu jalannya rangkaian acara.

Sambutan Hangat Menyambut Libur Ramadhan

Dalam kata sambutannya, Ketua Pembina, Ustadz Arbani, menyampaikan pesan mendalam kepada para santri yang akan menjalani libur selama bulan Ramadan. Beliau berpesan agar masa libur tidak menjadikan santri lengah, tetapi justru menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri.

"Jadikanlah libur ini sebagai ladang ibadah. Tunjukkan identitas kalian sebagai santri dengan bukti nyata, bukan hanya dengan atribut. Aktiflah di masjid, ikuti tadabbur Al-Quran, jaga sholat berjama’ah, ikuti kegiatan tarawih, bahkan jika ada kesempatan, jadilah imam atau isi kultum. Makmurkan masjid dengan kehadiran dan amal kalian," pesan Ustadz Arbani dengan penuh semangat.

Setelah itu, Mudir Ma’had, Ustadz Hendi Rakhmansya, dalam sambutannya mempertegas apa yang disampaikan Ust. Arbani lalu memberikan pengumuman resmi mengenai jadwal libur. Beliau menyampaikan bahwa libur santri dimulai pada hari Selasa, 29 Sya'ban 1447 H / 16 Februari 2026 M, dan para santri dijadwalkan kembali beraktivitas di pondok pada hari Ahad, 10 Syawal 1447 H / 29 Maret 2026 M. "Manfaatkan waktu libur yang panjang ini dengan sebaik-baiknya, khususnya untuk beribadah dan bersilaturahmi dengan keluarga," ujar beliau.

Puncak Acara: Apresasi untuk Penulis Kalamullah

Puncak acara yang paling dinanti adalah pemberian sertifikat penghargaan kepada 15 santri yang telah menyelesaikan penulisan Al-Quran 30 juz dengan tangan mereka sendiri. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan Ma’had kepada para santri.

Kelima belas santriwan dan santriwati yang berasal dari kelas 4 dan 5 tersebut adalah:

  1. Hani Ramadhani
  2. Muslimah
  3. Nurul Asma Putri
  4. Qurratin ‘Ayunin
  5. Tsamaniyah Istiqomah
  6. Arsinta Lidiana Sari
  7. Aqila Humaimah
  8. Silmi Failasuf
  9. Ghaliz Syida Muttamimah
  10. Kamilah Istianah
  11. Siti Zamhariroh
  12. Amira Taslimah
  13. Afipah
  14. Indrajid Ar-Rad Qafid
  15. Muhammad Wildan
Hani Ramadhani
Qurratin ‘Ayunin
Silmi Failasuf
Kamilah Istianah
Muslimah
Amirah Taslimah
Aqilah Humaimah
Arsinta Lidiana Sari
Afipah
Nurul Asma Putri
Siti Zamhariroh
Ghaliz Syida Muttamimah
Tsamaniyah Istiqomah

Mereka menerima sertifikat langsung dari Ustadz Arbani di hadapan para guru dan santri lainnya. Prestasi ini bukan perkara mudah; dibutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kecintaan mendalam kepada Al-Quran untuk dapat menuliskan setiap ayat-Nya.

Inspirasi dari Pelopor Kegiatan

Kegiatan penulisan Al-Quran ini digagas oleh Ustadzah Siti Walijah, guru mata pelajaran Muthala’ah. Beliau menceritakan pengalaman pribadinya, "Saya sendiri mengalami kebanggaan luar biasa ketika mengkhatamkan tulisan Al-Quran sewaktu SD. Dan kebanggaan terbesar datang dari ayah saya, Ustadz Arbani, saat beliau tahu saya berhasil menyelesaikannya. Perasaan itulah yang ingin saya tularkan. Saya ingin para orang tua juga merasakan bangga kepada anak-anaknya yang telah menulis Kalamullah dengan tangan mereka sendiri."

Ustadzah Siti Walijah kemudian memaparkan sederet harapan dari kegiatan penulisan Al-Quran ini. "Kami berharap, dengan kegiatan menulis Al-Quran ini, tulisan para santri menjadi semakin bagus dan indah. Selain itu, semoga santri semakin dekat dengan Al-Quran karena mereka sering berinteraksi, tidak hanya membaca tetapi juga menorehkan setiap hurufnya. Dengan kegiata, mereka akan semakin sering membaca Al-Quran karena harus menuliskannya ke dalam buku, sehingga interaksi dengan Al-Quran menjadi lebih intens. Yang terpenting, kami ingin santri lebih mencintai Al-Quran, karena cinta lahir dari kedekatan dan interaksi yang terus-menerus. Jika mereka mencintai Al-Quran, maka seluruh kehidupan mereka akan diwarnai oleh nilai-nilai Al-Quran," paparnya.

Do’a Dan Harapan Dari Wali Kelas

Harbiyatul Muthmainnah, selaku wali kelas 5, juga turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kegiatan menulis Al-Quran adalah warisan para ulama terdahulu yang patut dihidupkan kembali. "Alhamdulillah, kegiatan penulisan Al-Quran ini merupakan bagian dari ta'zim kita terhadap Kalamullah. Dengan menulis, santri bukan hanya melatih kerapian dan ketelitian, tetapi juga muraqabah (merasa diawasi Allah), kesabaran, serta adab terhadap Al-Quran. Para ulama terdahulu pun menjaga Al-Quran bukan hanya dengan hafalan, tetapi juga dengan tulisan.

Dalam wawancara, Ustadzah Harbiyatul Mthmainnah juga menyampaikan harapannya, “Semoga kegiatan ini menjadi sebab bertambahnya kecintaan santri kepada Al-Quran, menguatkan hafalan dan bacaan mereka, serta menanamkan rasa bangga karena pernah menulis Kalamullah dengan tangan sendiri. Semoga Allah menjadikannya amal jariyah dan keberkahan bagi guru, santri, dan orang tua," ujarnya.

PENUTUPAN

Acara kemudian ditutup oleh Ustadz Fikri Akbar dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Dengan semangat baru dan bekal pesan-pesan mulia, para santri pun bersiap menyambut Ramadan, membawa identitas sebagai pencinta Al-Quran di manapun mereka berada.

Fitri Utami

Minggu, 15 Februari 2026

Menyalaaa!!! Santri Ma'had Gelar "Marathon Bersama", Keakraban Junior dan Senior Jelang Libur Ramadhan

Reporter: brdj_

Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai kegiatan "Marathon Bersama" yang digelar oleh santri Ma'had  ‘Aqulu eL-Muqoffa Al-Islamiy pada Sabtu pagi, 26 Sya'ban 1447 H/14 Februari  2026 M. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini diikuti oleh seluruh santri putra dan putri kelas 1 hingga 10, dengan panitia pelaksana dari santri Zu’ama kelas 7-10 yang juga ikut serta berlari.

Kegiatan yang start dari lapangan YPD AKUIS Pusat ini dipimpin langsung oleh Ketua Mess Putra, Muhammad Rusdan Baldan (akrab dipanggil Abang Didan), dan Ketua Mess Putri, Aisyah Ayunda (akrab disapa Yuk Aisyah). Rute lari mengarah ke lapangan rumput Kalangan Megah Asri, lalu kembali lagi ke titik awal.

Dalam arahannya sebelum start, Abang Didan mengingatkan para peserta untuk tetap tertib selama berlari. "Kita akan melewati jalan umum dan lintas yang cukup ramai, jadi harus hati-hati, jaga kekompakan, dan saling perhatian ya," ujarnya. Selain itu, Abang Didan juga memberikan pesan khusus kepada para santri senior. "Khusus untuk kakak-kakak Zu’ama atau santri senior, tolong awasi dan jaga adik-adik junior kita selama di perjalanan. Kita harus pastikan mereka semua aman dan nyaman,". Arahan tersebut disambut antusiasme para santri yang sudah tak sabar memulai lari pagi bersama.

Serunya Istirahat Bareng di Kalangan Megah Asri

Setelah tiba di lapangan Kalangan Megah Asri, semua peserta menikmati waktu istirahat dengan makan-makan bersama. Suasana semakin hangat saat para santri saling bahu-membahu menyiapakan dan saling membagikan hidangan.

Tawa dan canda mewarnai momen kebersamaan yang tak terlupakan. Sesi foto bersama menjadi penutup manis peristirahatan mereka, dengan wajah-wajah ceria yang siap mengabadikan momen kebersamaan tersebut.






Sedia Payung Sebelum Hujan

Setelah puas beristirahat dan menikmati hidangan di lapangan Kalangan Megah Asri, para peserta bersiap untuk kembali ke YPD AKUIS Pusat. Tak lama setelah meninggalkan lapangan Pasar Megah Asri, langit yang tadinya cerah tiba-tiba berubah gelap. Hujan pun turun dengan cukup deras, mengguyur seluruh peserta yang sedang asyik berlari.

Bukannya mencari tempat berteduh, para peserta justru semakin bersemangat melaju di bawah rintik hujan seolah menjadi penyemangat baru di perjalanan pulang. Kakak-kakak Zu'ama dengan sigap tetap setia mendampingi di sepanjang rute, memastikan para santri junior tetap aman dan kompak. Suasana yang semula hangat karena kebersamaan, kini terasa semakin meriah dengan guyuran hujan yang menemani langkah mereka menuju YPD AKUIS Pusat.

Hadiah Spesial: Kejutan Dari Kakak Zu’ama

Setelah semua peserta kembali ke YPD AKUIS Pusat, panitia mengumumkan untuk berkumpul di lapangan auditorium. Tanpa diduga, sebuah kejutan spesial telah menanti! Panitia yang merupakan santri Zuama kelas 7-10 ternyata diam-diam telah patungan untuk membeli hadiah. Uniknya, hadiah tersebut khusus diberikan kepada adik-adik junior.

Tiga santri putra dan tiga santri putri dari kelas junior yang berhasil tiba lebih awal di garis finish mendapat hadiah istimewa. Wajah-wajah polos mereka berseri-seri saat dipanggil ke depan untuk menerima hadiah.

"Kami sengaja merahasiakan ini dan khusus memberikan untuk adik-adik junior sebagai bentuk kasih sayang dan apresiasi dari kakak-kakak Zu’ama." ungkap Abang Didan dengan tawa bahagia.

Salah satu santri junior yang menerima hadiah tampak sumringah. "Alhamdulillah, keget tapi seneng,,, Makasih kakak-kakak Zu’ama. Semoga ada kegiatan seru lagi ya," ujarnya polos.

Harapan Abang Didan: Semakin Erat dan Meriah

Di akhir kegiatan, Abang Didan menyampaikan harapan dan kesannya untuk Marathon Bersama kali ini. "Semoga dengan diadakan maraton ini dapat menjalin lebih erat keakraban antar santri putra dan putri. Kegiatan di akhir-akhir caturwulan ini hendaknya menjadi kesan yang bahagia menjelang libur panjang Ramadhan," ujarnya penuh harap.

Ia juga berkomitmen untuk keberlanjutan kegiatan positif ini. "Ke depannya, kami kakak dan ayuk Zu'ama akan mengadakan maraton pada setiap menjelang libur dan akan kami evaluasi pada setiap acaranya agar lebih meriah lagi. Jadi, tunggu keseruan berikutnya, ya!"

Momen Berharga Sahabat Junior dan Sahabat Senior

Yuk Aisyah, selaku pembimbing peserta putri sekaligus ketua mess, mengungkapkan harapannya atas kegiatan ini. "Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi kenang-kenangan indah antara santri junior dan senior. Kami ingin kakak-kakak Zu’ama semakin sayang dan perhatian kepada adik-adiknya, dan adik-adik pun semakin hormat kepada kakak-kakaknya," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran santri senior atau Zu’ama yang dengan ikhlas membimbing adik-adik kelas selama kegiatan ini menjadi momen yang sangat berharga dan berkesan.

Lancar Tanpa Kendala

Alhamdulillah, kegiatan Marathon Bersama ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tidak ada satu pun santri yang sakit atau mengalami masalah selama perjalanan. Semua peserta tampak bugar, bahagia, dan menikmati kebersamaan.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Abang Didan yang berkolaborasi dengan Yuk Aisyah, sebagai bentuk mengisi waktu luang setelah masa ujian dan menjelang pembagian rapor serta libur panjang bulan Ramadhan. Semoga semangat kebersamaan dan kasih sayang antar santri ini terus terjaga. Menyalaaa!!!

Senin, 09 Februari 2026

Pemuda Gelar Musyawarah Persiapan Kegiatan Ramadhan 1447 H

Urusan Khusus Kepemudaan Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS telah menyelenggarakan Musyawarah Persiapan Kegiatan Ramadhan 1447 H pada Senin malam Selasa, 22 Sya’ban 1447 H/9 Februari 2026 M. Acara yang bertempat di Ruang Makan Gedung Ahlul Halli Wal Aqdi ini dihadiri oleh perwakilan santri senior putra-putri dan pemuda YPD AKUIS.

Musyawarah dibuka oleh Irsyad Zamharir dan dipimpin oleh Ketua Urusan Khusus Kepemudaan, Ahmad Ulya Qomaru Zaman, dengan tujuan utama menyusun berbagai agenda penting menyambut bulan Ramadhan tahun 1447 H.

Agenda yang berhasil dibahas dan disepakati meliputi:

  1. Penyusunan Jadwal Jaga Malam selama Ramadhan.
  2. Penetapan Jadwal Jaga Pos Security untuk bulan Syawal.
  3. Pengaturan Jadwal Pengajaran Al Islam I di kompleks pusat.
  4. Pembagian Jadwal Imam Tarawih dan Pemberi Taushiyah di tiap kelompok kajian.
  5. Perencanaan Kegiatan Pesantren Anak-Anak di berbagai lokasi, termasuk pusat, cabang, dan kelompok kajian.
Dalam musyawarah tersebut, seluruh agenda inti telah disetujui oleh peserta. Terdapat beberapa penyesuaian pada waktu pelaksanaan dan pembagian tugas untuk menghindari adanya tabrakan jadwal.

Hasil musyawarah ini akan diajukan ke forum Musyawarah Pengurus YPD AKUIS Pusat untuk mendapatkan pengesahan lebih lanjut sebelum semua rencana dapat dilaksanakan.

Dengan terselenggaranya musyawarah ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan dan Syawal YPD AKUIS dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh keberkahan.

Ahmad Jundan

Gashuku dan Ujian Beladiri Tarbiyatul Awaliyah ‘Aqulu eL Muqoffa: Menempa Raga, Menguatkan Iman di Tengah Hujan Penuh Berkah


Jum'at, 6 Februari 2026 M bertepatan dengan 18 Sya'ban 1447 H, menjadi hari yang penuh semangat juang di Pondok Pesantren ‘Aqulu eL Muqoffa dan Tarbiyatul Awaliyah ‘Aqulu eL Muqoffa. Meskipun langit menurunkan hujan, tidak menyurutkan tekad para santri untuk mengikuti rangkaian kegiatan Gashuku (latihan bersama) dan Ujian Beladiri Tarbiyatul Awaliyah, sebagai bagian dari program ekstrakurikuler beladiri dengan nama Al Muqoffa Self Defanse di caturwulan ke-II.

Kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik biasa, tetapi dijiwai dengan nilai-nilai islami: disiplin sebagai bentuk ketaatan, kekuatan raga untuk menjaga kesehatan sebagai amanah, dan semangat ukhuwah dalam kebersamaan. Ibadah bukan hanya di masjid, tetapi juga di setiap tetes keringat yang menandai usaha untuk menjadi lebih kuat secara fisik juga merupakan ibadah, mengingat pesan Allah dan Rasul-Nya, antara lain tentang kisah Nabi Thalut di dalam QS Al-Baqarah : 147 dan Hadits Riwayat Muslim:

قَالَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَالْجِسْمِۗ

…“Sesungguhnya Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik.”

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan."

Ayat ini mengajarkan bahwa kepemimpinan dan kesiapan untuk membela kebenaran memerlukan dua anugerah utama dari Allah: keunggulan dalam ilmu (basthatan fil 'ilmi) kemudian disempurnakan dengan kekuatan fisik (wal jismi). Kegiatan ini adalah upaya nyata meneladani prioritas tersebut.

Semangat Gashuku di Tengah Rintik Hujan

Pukul 08.00 WIB, dipimpin oleh Ustadz Ahmad Ulya Qomaru Zaman dan Ustadz Hendri Trisyanto, seluruh peserta yang terdiri dari santri Tarbiyatul Awaliyah kelas 1-6 dan santri Ma'had kelas 1-4 telah berkumpul di Lapangan YPD AKUIS Pusat. Hujan yang turun justru menjadi pembuka penuh berkah dan menjadi pelajaran berharga tentang istiqomah—bahwa perjuangan menuntut ilmu dan mengasah diri tidak boleh berhenti hanya karena tantangan cuaca. Hujan adalah rahmat yang membawa kehidupan, kekuatan, keberkahan, dan rezeki bagi seluruh makhluk di bumi.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemanasan bersama mulai pukul 08.10. Rangkaian gerakan seperti lari keliling komplek, perenggangan, push-up, sit-up, dan back-up dilakukan dengan penuh semangat. Meski jumlah repetisi berbeda sesuai jenjang (50x untuk santri Ma'had dan 30x untuk santri Tarbiyah), semua melakukannya dengan tekun, mencerminkan kesabaran (sabar) dan kejujuran (shiddiq) dalam beribadah melalui beladiri. Latihan dilanjutkan dengan teknik pernapasan, lompat ban, rolling, lompat harimau, hingga jalan tangan di tangga masjid, melatih keseimbangan fisik dan mental.

Ujian Sparring: Menguji Kemampuan dan Akhlak di Antara Sahabat Sejawat

Sementara santri Ma'had melanjutkan Gashuku di lapangan, para santri Tarbiyatul Awaliyah pindah ke Auditorium YPD AKUIS Pusat untuk mengikuti ujian beladiri inti mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Ujian ini dipimpin oleh Ustaz Hendri Trisyanto dengan dibantu panitia dari santri Ma'had kelas 4, menunjukkan bimbingan (tarbiyah) dari senior kepada junior.

Jenis ujian kali ini adalah sparring, yaitu simulasi pertarungan terkendali yang menekankan penerapan, power, teknik, dan akhlak. Kegiatan ini dilaksanakan secara perkelas, yang memiliki makna penting: setiap santri berhadapan dengan lawan tanding yang setara, yaitu dari tingkatan kelas yang sama dan dilaksanakan dalam tiga sesi: pagi (08.30-11.00 WIB), siang (13.30-15.20 WIB), dan sore (16.00-17.00 WIB).

Di setiap jurus dan tangkisan, tidak hanya kemampuan fisik yang diuji, tetapi juga akhlak karimah: menghormati lawan (ihsan), menjaga adab bertarung, dan mengendalikan emosi. Berhadapan dengan teman sekelas sendiri justru menjadi latihan yang lebih dalam; mengajarkan untuk tetap bersikap santun dan sportif meski mengenal kelemahan dan kekuatan satu sama lain.

Penutupan Penuh Makna dan Apresiasi

Pukul 17.00 WIB, setelah ujian usai, seluruh peserta berkumpul kembali di auditorium untuk pembagian hadiah dan penutupan pada pukul 17.30. Momen ini diwarnai rasa syukur dan kegembiraan. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kesungguhan mengikuti ujian praktik, hadiah khusus diberikan kepada para santri Tarbiyatul Awaliyah yang telah menjalani sparring. Setiap peserta, baik yang meraih juara maupun yang telah berusaha maksimal, mendapatkan pelajaran berharga: bahwa kemenangan sejati adalah ketika kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri dan tetap sportif, terutama di hadapan sahabat seperjuangan. Pemberian hadiah ini menjadi penyemangat konkret bahwa setiap usaha dan ketangguhan dalam menuntut ilmu—baik ilmu Ad-Dien maupun ilmu beladiri—pantas mendapatkan penghargaan.










Harapan: Bekal Ilmu dan Fisik untuk Generasi Tangguh

Melalui kegiatan Gashuku dan Ujian Beladiri ini, tersirat tujuan mendasar yang mulia: membekali santri Ma’had dan Tarbiyah dengan ilmu yang dalam dan fisik yang kuat, agar kelak siap menjadi  muslim tangguh yang siap mendakwahkan kebenaran di tengah masyarakat dan menjadi generasi penerus, pelangsung, dan penyempurna perjalanan Islam di masa depan sebagai mata rantai sejarah yang tak terputus sampai datang janji Allah akan Tegaknya Daulah Islam di seluruh Dunia.

Sebagaimana juga Nabi Thalut yang dipilih Allah karena keunggulan ilmu dan fisiknya, demikianlah harapan untuk generasi santri ini. Ilmu Ad-Dien yang mendalam menjadi lentera yang menerangi jalan dakwah, sementara ketangguhan fisik menjadi sarana untuk menjalankan amanah dakwah dengan optimal, menjaga kesehatan sebagai ibadah, dan melindungi diri bila diperlukan.

Renungan Hujan

Mengambil pengajaran dalam Al-Quran tentang hujan dalam QS Al-Hajj : 5:

وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ ۢ بَهِيْجٍ

“Kamu lihat bumi itu kering. Jika Kami turunkan air (hujan) di atasnya, ia pun hidup dan menjadi subur serta menumbuhkan berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah.”

Ayat ini memberikan pengajaran yang dalam. Hujan, meski kerap dianggap sebagai penghalang, sesungguhnya adalah sumber kehidupan dan pertumbuhan. Demikianlah proses pendidikan santri ini – tantangan, keringat, dan lelah dalam latihan ibarat hujan yang menyirami jiwa dan raga. Dari proses ini, diharapkan tumbuh generasi yang "subur" dengan ilmu, kuat dalam fisik, indah dalam akhlak, dan bermanfaat bagi sekitarnya, siap menghidupkan dan menyuburkan kebenaran di mana pun mereka berada.