Selasa, 17 Februari 2026

Pembagian Rapor Santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Isalmiy Caturwulan II Tahun 1447 H: Apresiasi Kepada 15 Santri, Khatamkan Tulisan Tangan Al-Quran

Senyum bahagia dan rasa syukur menyelimuti Auditorium YPD AKUIS Pusat pada Senin, 28 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 16 Februari 2026 M. Suasana haru dan semangat tampak dari wajah para santri, asatidz, dan pengurus Yayasan yang hadir dalam acara Pembagian Rapor Santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamy Caturwulan II Tahun 1447 H.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Ma’had ini merupakan agenda rutin Bidang Pendidikan YPD AKUIS Pusat menjelang libur Ramadan 1447 H. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ustadz Fikri Akbar selaku Wakil Mudir Ma’had, yang kemudian memandu jalannya rangkaian acara.

Sambutan Hangat Menyambut Libur Ramadhan

Dalam kata sambutannya, Ketua Pembina, Ustadz Arbani, menyampaikan pesan mendalam kepada para santri yang akan menjalani libur selama bulan Ramadan. Beliau berpesan agar masa libur tidak menjadikan santri lengah, tetapi justru menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri.

"Jadikanlah libur ini sebagai ladang ibadah. Tunjukkan identitas kalian sebagai santri dengan bukti nyata, bukan hanya dengan atribut. Aktiflah di masjid, ikuti tadabbur Al-Quran, jaga sholat berjama’ah, ikuti kegiatan tarawih, bahkan jika ada kesempatan, jadilah imam atau isi kultum. Makmurkan masjid dengan kehadiran dan amal kalian," pesan Ustadz Arbani dengan penuh semangat.

Setelah itu, Mudir Ma’had, Ustadz Hendi Rakhmansya, dalam sambutannya mempertegas apa yang disampaikan Ust. Arbani lalu memberikan pengumuman resmi mengenai jadwal libur. Beliau menyampaikan bahwa libur santri dimulai pada hari Selasa, 29 Sya'ban 1447 H / 16 Februari 2026 M, dan para santri dijadwalkan kembali beraktivitas di pondok pada hari Ahad, 10 Syawal 1447 H / 29 Maret 2026 M. "Manfaatkan waktu libur yang panjang ini dengan sebaik-baiknya, khususnya untuk beribadah dan bersilaturahmi dengan keluarga," ujar beliau.

Puncak Acara: Apresasi untuk Penulis Kalamullah

Puncak acara yang paling dinanti adalah pemberian sertifikat penghargaan kepada 15 santri yang telah menyelesaikan penulisan Al-Quran 30 juz dengan tangan mereka sendiri. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan Ma’had kepada para santri.

Kelima belas santriwan dan santriwati yang berasal dari kelas 4 dan 5 tersebut adalah:

  1. Hani Ramadhani
  2. Muslimah
  3. Nurul Asma Putri
  4. Qurratin ‘Ayunin
  5. Tsamaniyah Istiqomah
  6. Arsinta Lidiana Sari
  7. Aqila Humaimah
  8. Silmi Failasuf
  9. Ghaliz Syida Muttamimah
  10. Kamilah Istianah
  11. Siti Zamhariroh
  12. Amira Taslimah
  13. Afipah
  14. Indrajid Ar-Rad Qafid
  15. Muhammad Wildan
Hani Ramadhani
Qurratin ‘Ayunin
Silmi Failasuf
Kamilah Istianah
Muslimah
Amirah Taslimah
Aqilah Humaimah
Arsinta Lidiana Sari
Afipah
Nurul Asma Putri
Siti Zamhariroh
Ghaliz Syida Muttamimah
Tsamaniyah Istiqomah

Mereka menerima sertifikat langsung dari Ustadz Arbani di hadapan para guru dan santri lainnya. Prestasi ini bukan perkara mudah; dibutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kecintaan mendalam kepada Al-Quran untuk dapat menuliskan setiap ayat-Nya.

Inspirasi dari Pelopor Kegiatan

Kegiatan penulisan Al-Quran ini digagas oleh Ustadzah Siti Walijah, guru mata pelajaran Muthala’ah. Beliau menceritakan pengalaman pribadinya, "Saya sendiri mengalami kebanggaan luar biasa ketika mengkhatamkan tulisan Al-Quran sewaktu SD. Dan kebanggaan terbesar datang dari ayah saya, Ustadz Arbani, saat beliau tahu saya berhasil menyelesaikannya. Perasaan itulah yang ingin saya tularkan. Saya ingin para orang tua juga merasakan bangga kepada anak-anaknya yang telah menulis Kalamullah dengan tangan mereka sendiri."

Ustadzah Siti Walijah kemudian memaparkan sederet harapan dari kegiatan penulisan Al-Quran ini. "Kami berharap, dengan kegiatan menulis Al-Quran ini, tulisan para santri menjadi semakin bagus dan indah. Selain itu, semoga santri semakin dekat dengan Al-Quran karena mereka sering berinteraksi, tidak hanya membaca tetapi juga menorehkan setiap hurufnya. Dengan kegiata, mereka akan semakin sering membaca Al-Quran karena harus menuliskannya ke dalam buku, sehingga interaksi dengan Al-Quran menjadi lebih intens. Yang terpenting, kami ingin santri lebih mencintai Al-Quran, karena cinta lahir dari kedekatan dan interaksi yang terus-menerus. Jika mereka mencintai Al-Quran, maka seluruh kehidupan mereka akan diwarnai oleh nilai-nilai Al-Quran," paparnya.

Do’a Dan Harapan Dari Wali Kelas

Harbiyatul Muthmainnah, selaku wali kelas 5, juga turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kegiatan menulis Al-Quran adalah warisan para ulama terdahulu yang patut dihidupkan kembali. "Alhamdulillah, kegiatan penulisan Al-Quran ini merupakan bagian dari ta'zim kita terhadap Kalamullah. Dengan menulis, santri bukan hanya melatih kerapian dan ketelitian, tetapi juga muraqabah (merasa diawasi Allah), kesabaran, serta adab terhadap Al-Quran. Para ulama terdahulu pun menjaga Al-Quran bukan hanya dengan hafalan, tetapi juga dengan tulisan.

Dalam wawancara, Ustadzah Harbiyatul Mthmainnah juga menyampaikan harapannya, “Semoga kegiatan ini menjadi sebab bertambahnya kecintaan santri kepada Al-Quran, menguatkan hafalan dan bacaan mereka, serta menanamkan rasa bangga karena pernah menulis Kalamullah dengan tangan sendiri. Semoga Allah menjadikannya amal jariyah dan keberkahan bagi guru, santri, dan orang tua," ujarnya.

PENUTUPAN

Acara kemudian ditutup oleh Ustadz Fikri Akbar dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Dengan semangat baru dan bekal pesan-pesan mulia, para santri pun bersiap menyambut Ramadan, membawa identitas sebagai pencinta Al-Quran di manapun mereka berada.

Fitri Utami

0 komentar:

Posting Komentar