Yang perlu dikatahui bahwa program kurikulum yang
ditetapkan dalam pesantren tersebut harus ada saling keterkaitan,disebabkan
bertujuan untuk mencetak informal-leader yang dalam Al Hadits disebut”Ra’un”,
dalam suatu perencanaan core-curriculum,yaitu satu kelompok mata pelajaran
dijadikan sebagai pusat atau core dan akan membangun rasa ketergantungan dengan
yang tersebut.-
Sebenarnya Curriculum yang berarti “Jalan”, yang
penyajiannya adalah untuk mengantar bagi pembinaan yang berhujung kepentingan
karier hidup,oleh karena itu dalam Pendidikan Pesantren yang berskala
Internasional disamping masalah keilmuan maka diperlukan faktor-faktor lain
yang dapat mendukung bagi pembangunan SDM yang utuh paripurna dan berdaya guna
dalam berbagai kepentingan terkait dengan masalah keummatan yang dilandasi dengan
Ad-Din Al Kholish,agar tidak mengambil selainnya apapun alasannya, karena
masalah Pendidikan akan dipertanggung jawabkan dihadapan Robb. Sebagaimana
dituntunkan Al Qur-an Surah Az Zumar 3, yaitu:
اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ
ۗوَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا
لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ
مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ
كَفَّارٌ
“Ketahuilah! Kepunyaan Allah adalah Ad-Din yang
suci-bersih, dan orang-orang yang mengambil dari selainnya sebagai pelindung
sambil berkata:”Tiadalah kami mengabdi kepada mereka melainkan untuk akan
mendekatkan kami kepada Allah secara sangat dekat”. Sesungguhnya Allah akan
menghukumkan diantara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan.
Sesungguhnya Allah tidak akan memimpin siapapun yang dia sebagai
pendusta,ingkar”.-
Ayat tersebut diambil bagian sudut diantara jurusannya,
adalah masalah program pendidikan, karena Allah telah memberikan petunjukNya,
antara lain:
- Dalam Surah An Nisa 9,yaitu:
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
“Dan hendaklah khawatir
orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan dibelakang mereka generasi yang lemah. Mereka takut atas (generasi)
mereka, maka hendaklah bertaqwa kepada Allah dan berbicaralah dengan
pembicaraan yang benar”.-
- Dalam Surah Maryam 5-6,nabi Zakaria menyampaikan keprihatinannya terhadap generasi dan pernyataannya diterangkan dalam ayait tersebut,yaitu:
وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ
وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا
ۙ
يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
“Dan sesungguhnya aku
khawatir keluargaku dibelakangku, dan istriku adalah mandul, maka berilah
kepadaku dari sisiMu seorang pengurus”;”Yang akan mewarisiku dan bisa mewarisi
keluarga Ya’qub, dan jadikanlah dia ya Robb, seorang yang diredloi”.-






0 komentar:
Posting Komentar