Peresmian Ma'had eL Islamiy

Ustadz Muhammad Bardan Kindarto menyerahkan SK Mudir Ma'had kepada Ustadz Noviandi dalam acara Pembukaan Ma'had, pada hari Sabtu, tanggal 1 Muharam 1433 / 26 November 2011

Ustadz Muhammad Bardan Kindarto (Pembina)

Didampingi Ustadz Wahadi (Ketua Umum) pada Pembukaan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa", Sabtu 1 Muharam 1433 H

Para Santri pada acara pembukaan

Pembukaan Ma'had el Islamiy " 'Aqu-lu el Muqoffa" pada Hari Sabtu, tanggal 1 Muharram 1433 H di Auditorium Yayasan AKUIS Pusat

Hari Pertama didalam kelas

Santriwan yang sedang konsentrasi mendengar pengarahan hari pertama mereka didalam kelas

Pembukaan dan Peresmian Ma'had

Sabtu, 1 Muharam 1433 / 26 November 2012 di Gedung Auditorium Yayasan AKUIS Pusat diresmikan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa

Gedung Ma'had yang tampak kokoh

Gedung Ma'had dalam komplek Yayasan AKUIS Pusat yang terletak dipinggir Jalan Raya Palembang-Betung Km.14 dari Palembang

MASJID eL MUQOFFA

Masjid eL Muqoffa dengan dua lantai yang senantiasa dipenuhi dengan aktifitas ibadah, sholat berjama'ah, kuliah subuh, aktifitas santri dan lainnya.

GEDUNG MA'HAD

Gedung Ma'had dengan dua lantai sebagai wadah aktifitas belajar dan mengajar.

Minggu, 29 April 2012

GOTONG ROYONG YAYASAN AKUIS PUSAT


Ahad, 7 Jumadilakhir 1433 / 29 April 2012.
Jama'ah Yayasan AKUIS Pusat hari ini "berjibaku" gotong royong mengecor pondasi bangunan "Mess Tamu" yang bertempat dibelakang gedung kantor Sekretariat Yayasan AKUIS Pusat, Km.14 Sukajadi, Talang Kelapa.  Gedung yang direncanakan dipersiapkan untuk tamu Yayasan dan Ma'had el Islamiy 'Aqu-lu eL Muqoffa ini juga merupakan persiapan sebagai Mess Ulama menuju persiapan Mudzakarah Ulama Sedunia tahun 1437 H/ 2016 yang akan datang.

"Mess Ulama" ini dirancang dengan konstruksi tiga lantai yang dalam tahapan awal pengerjaan akan dirampungkan 2 lantai terlebih dahulu. Pada kesempatan perdana pengumpulan dana, terkumpul infaq dari jama'ah sebesar kurang lebih tujuh puluh juta rupiah pada kesempatan Kaderisasi Jum'at malam Sabtu beberapa pekan yang lalu. Selanjutnya diharapkan setiap kita dapat ikut andil dalam kesempatan amal jariah bersama-sama Yayasan AKUIS Pusat dalam cita-citanya mengangkat bobot Islam kepermukaan pandangan ummat manusia dalam program dakwah dan pendidikannya.




KABAR DUKA DARI YAYASAN AKUIS PUSAT


Innalillah wa inna lillahi raaji'un. Satu lagi "mujahidah" dari Yayasan AKUIS Pusat kembali menghadap kehadirat Allah SWT. Telah berpulang ke rahmatullah Ningmas (67 tahun) pada hari Jum'at, 5 Jumadilakhir 1433 H / 27 April 2012 pukul 12.00 di rumah kediaman dalam kompleks Yayasan AKUIS Pusat, Sukajadi, Talang Kelapa, Palembang. Dikebumikan di TPU Serong Jalan Raya Palembang - Betung.

Almarhumah adalah istri mendiang A. Rozak yang merupakan salah seorang Ketua Umum Yayasan AKUIS Pusat terdahulu. Dalam kiprahnya bersama-sama pengurus dan jama'ah beliau selalu terlihat dalam setiap kesempatan secara pribadi maupun dalam kebersamaan Bidang Muslimah. Semasa hidupnya figur beliau mesti menjadi memori yang terindah bagi keluarga yang ditinggalkan dan juga jamaah di kompleks yayasan. Dari berjamaah sholat lima waktu di Masjid eL Muqoffa dan aktifitas kajian yang selalu hadir lebih dulu dan mengambil duduk paling depan dalan setiap kesempatan pengajian. Bahkan setiap kesempatan bagi muslimah untuk andil dalam kunjungan atau pengajian di berbagai tempat di kota Palembang dan sekitarnya beliau selalu terlihat.

Selamat Jalan "Bu Ning", kami keluarga dan keluarga besar Yayasan AKUIS yang ditinggalkan akan tetap menyimpan dan mengobarkan segala kesemangatan perjuangan ibu dalam mengangkat bobot Islam kepandangan permukaan ummat manusia sebagai mana cita-cita Yayasan AKUIS.

Rabu, 25 April 2012

KADERISASI


Kaderisasi yang dimaksud adalah pengajian khusus pembinaan kader mubalighin dengan isian berbagai topik permasalahan yang mengurai realita yang terjadi dengan analisis dalil Qur-an dan Hadits. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.30 WIB. Setiap pengajian dibagikan lembaran makalah yang akan diterangkan secara lugas, gamblang dan terang sehingga kita dapat mengikuti kemana arah Qur-an membawa kita dalam memahami dan mengamalkan pengabdian kepada Allah SWT.

Dalam perkembangan dakwah Islam, kebanyakan masyarakat muslim bangsa Indonesia tidak lepas dari kerangka "mazhab" dan "politik", sehingga realita yang terjadi tidak menemukan pencerahan berfikir dan solusi yang lebih baik karena setiap permasalahan yang terjadi tidak dikembalikan kepada analisis dalil Yang Maha Menciptakan.

Jama'ah yang mengikuti kaderisasi ini berasal dari berbagai penjuru Sumatera Selatan, dari Tebing Tinggi, OKI,  Prabumulih, Sekayu, Banyuasin dan dari kota Palembang.

PENGAJIAN MUSLIMAH


Pengajian Muslimah di Auditorium Yayasan AKUIS Pusat dilaksanakan setiap hari Selasa pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00. Jamaah yang hadir berasal dari muslimah baik kaum ibu maupun remaja putri yang berdatangan dari Palembang dan sekitarnya.

Tak heran kalau diluar gedung pun banyak ibu-ibu ikut mendengarkan pengajian karena diluar gedung dilengkapi loudspeaker. Jadi, bagi kaum ibu yang tidak bisa meninggalkan anak-anaknya dirumah dibawa ke lokasi pengajian pun masih dapat menyimak uraian dari luar gedung, walaupun hal itu tidak akan sama nilainya dengan jamaah yang mengambil duduk shaf terdepan dalam setiap kesempatan pengajian.-

Selasa, 24 April 2012

BINA CENDIKIA MUSLIM


Salah satu pengajian yang diselengarakan Yayasan AKUIS Pusat adalah Bina Cendikia Muslim yang merupakan pengajian Al Qur-an dan Sunnah yang dilaksanakan setiap Hari Ahad mulai pukul 08.00 s.d 10.30 bertempat di Auditorium Yayasan AKUIS Pusat. Pengajian ini telah berjalan dari tahun penghujung tahun1993.

Gedung Auditorium berkapasitas 200 orang ini dipenuhi oleh jama'ah bukan hanya dari komplek yayasan dan masyarakat sekitar, namun juga dari berbagai penjuru kota Palembang dan sekitarnya. Nampak pada gambar kursi-kursi kayu yang cukup  leluasa bagi jama'ah dan memadai dengan lipatan papan sebagai alas untuk bersama-sama mengkaji Kitabullah al Qur-an.

KULIAH SUBUH



Kuliah Subuh adalah Tadabbur Qur-an yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Bardan Kindarto, pembina Yayasan AKUIS. Tadabbur Qur-an merupakan program utama yang menjadi landasan pergerakan dakwah dan pendidikan serta program-program lainnya di yayasan ini. Kuliah Subuh telah dimulai tahun 1993 di Masjid eL Muqoffa dan terus berjalan sampai sekarang, selama satu jam setiap harinya dimulai pukul 06.00 s.d. 07.00 WIB. Tafsir Al Qur-an dibentangkan dalam kuliah subuh ini dalam membina kehidupan berjamaah melaksanakan pengabdian kepada Allah SWT.

Jama'ah yang hadir dalam kuliah subuh ini bukan hanya dari dalam kompleks Yayasan dan masyarakat sekitar, namun juga berdatangan dari penjuru kota Palembang dan sekitarnya.

Kamis, 12 April 2012

PROFIL YAYASAN AKUIS




Pimpinan Pusat Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS beralamat operasional di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Sesuai dengan namanya, pengurus yayasan melalui Pimpinan Pusat lebih mengkonsentrasikan program-program dibidang pendidikan dan dakwah, sementara usaha dan kegiatan lainnya yang diadakan hanya untuk mendukung program tersebut. Oleh karena itu, selain membangun SDM yang jujur, amanah dan berkualitas maka diatas lahan seluas 5.030 M² yang dimiliki oleh yayasan telah didirikan bangunan-bangunan fisik sebagai sarana utama dan prasarana penunjang, berupa :
  1. Masjid 
  2. Kantor Sekretariat Pimpinan Pusat 
  3. Gedung Pesantren/Ma’had Al Islamy “Aqu-lu eL Muqoffa “ 
  4. Gedung Auditorium 
  5. Asrama Putra 
  6. Asrama Putri 
  7. Taman Kanak-Kanak 
  8. Lapangan olahraga 
Sesuai dengan penamaan yayasan, Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS menitikberatkan kegiatannya pada bidang pendidikan dan dakwah, sehingga usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh yayasan merupakan merupakan program-program yang dimaksudkan untuk menunjang kedua bidang tersebut. Umat Muslim yang ikut andil dan berperan serta dalam lingkungan dan program yayasan terdiri dari berbagai ras/golongan dan kalangan karena yayasan bersifat terbuka dalam program-programnya bagi masyarakat secara umum dan secara khusus bagi umat Muslim dalam struktur kepengurusannya. Oleh karena itu, keberadaan yayasan dapat dikenal masyarakat secara langsung oleh masyarakat melalui program-programnya, baik dikenal dan dirasakan langsung secara khusus oleh masyarakat sekitar yayasan maupun secara tidak langsung oleh semua masyarakat, bahkan dapat dikenal secara mendunia karena yayasan telah menggunakan teknologi dan jaringan internet dalam rangka bersosialisasi sebagaimana hadirnya website akuis.org dan blog ini.

Pendanaan yang didapat dan dikelola oleh yayasan adalah murni berasal dari internal yayasan melalui penerimaan infaq, zakat, waqaf dan shadaqah dari umat Muslim secara khusus dalam lingkungan jamaah pengajian dan secara umum dari umat Muslim lainnya yang ditentukan dari harta yang halal dan tidak bersifat mengikat. Kesadaran berinfaq, zakat, waqaf dan shadaqah merupakan wujud dari “tadabbur Qur-an” yang merupakan kegiatan pengajian rutin yang dikelola oleh pengurus yayasan di komplek pusat yayasan dan cabang-cabang yayasan dalam rangka pembinaan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.

Sampai dengan tahun 1438/2016 ini Yayasan AKUIS telah memiliki empat cabang kota/kabupaten di Sumatera Selatan, yaitu Cabang Kabupaten Empat Lawang, Cabang Kota Palembang, Cabang Kota Prabumulih dan Cabang Kabupaten OKI.

SEJARAH BERDIRINYA


SEJARAH BERDIRINYA YAYASAN AKUIS
 

Diawali dari proses kajian sehingga melahirkan pemikiran bahwa dakwah Islam harus diketahui oleh ummat dengan menggunakan management yang teratur yang akhirnya sampai pada titik keinginan untuk mendirikan sebuah Yayasan dengan harapan bahwa wadah  dalam bentuk Yayasan ini akan memudahkan dalam memola umat, lalu pemikiran ini ditindak lanjuti dengan bincang-bincang di rumah Bapak Abd. Rozak antara Ustadz Muhammad Bardan Kindarto dengan Ust. Abdul Rozak (alm.) dan 5 atau 6 orang cikal bakal Pengurus Yayasan, dalam pertemuan tersebut hanya disepakati masalah pendirian Yayasan, kemudian pada pertemuan kedua baru diusulkan namanya yaitu AKUI lalu disempurnakan oleh  Ustadz Muhammad Bardan Kindarto dan  disepakati nama Yayasannya, yaitu AKUIS, selanjutnya pada pertemuan ketiga disepakati untuk menguatkan keberadaan Yayasan ke Notaris dan disepakatilah susunan pengurus Yayasan dan diutuslah Bapak Abdul Rozak, Bapak Mat Lasan, Bapak Sukarta Nasim, Bapak Juliar Rasyid, Bapak Soeprapto untuk mengurusnya ke Notaris, setelah Akte Notaris diperoleh lalu disusunlah Progam Pembinaan Manajemen selama satu tahun dengan Pembina tunggal yaitu Bapak Ust. Muhammad Bardan Kindarto yang dihadiri oleh Calon Pengurus yaitu diantaranya Bapak Dalimunthe, Ibu Syarifah, Ibu Nawa. System pembinaannya dengan memakai lembaran tertulis persemester isinya berupa manajemen dalam berbagai aspek yang diperlukan dalam menjalankan Yayasan nantinya. Pada tahun 1990 bulan Oktober  mendapat wakaf tanah dari Bapak H. Zaini yang punya percetakan Mercusuar dari Padang Surai Taji, lalu pada akhir Oktober 1990 diusulkan tanah wakaf tersebut didirikan Pesantren tapi dak disetujui karena dikhawatirkan akan mempunyai kesan bahwa yayasan yang bersifat komersiil kemudian diusulkan membuat Auditorium terlebih dahulu untuk mengumpulkan masyarakat, setelah berjalan sekian lama yaitu pada bulan Oktober 1992 baru selesai pembangunan  Auditorium. Setelah pembangunan auditorium selesai  barulah diadakan Pengajian perdana hari Ahad yang dihadiri oleh jama’ah dari berbagai tempat termasuk Lemabang, pada waktu itu bangunan yang ada baru auditorium dan masih dikelilingi semak belukar, kemudian setelah itu baru dibuat bangunan rumah yang rencananya untuk didiami oleh Pembina Yayasan yaitu Ustadz Muhammad Bardan Kindarto, namun kebijaksanaan dari pengurus yayasan ini ditolak, beliau tidak mau mengambil keuntungan pribadi karena diberi fasilitas berupa rumah dan juga malu dihadapan Allah SWT, lebih kurang 10 hari kemudian pengurus yayasan kembali mendatangi Ust. Muhammad Bardan Kindarto dan menyarankan agar beliau menempati rumah yang sudah disiapkan tadi tapi bukan atas kepemilikan melainkan hanya sebagai hak pakai sebagai Pembina hal ini disetujuinya, pada tahun 1993 Pembina Yayasan menempati rumah yang baru dan dalam perjalanan nantinya rumah tersebut dijadikan Taman Kanak-Kanak Al Muqoffa sekarang,  selanjutnya dibangun mess Putra, kemudian baru dibangun kantin yang sekarang menjadi mess putri, sesudah itu baru dibangun masjid. Tahun 1995 diadakan rapat untuk membuat komplek dan membeli tanah lalu dimulailah pembangunan komplek  27 Rajab Jum’at pertama kali, lalu didirikan madrasah 1996, kemudian dibuatlah program  Pendidikan Pinterm (Pondok Intelektual Remaja Muslim) dengan siswa-siswa angkatan pertamanya seperti Rizal Yandi, Arbani,Tabrani, Buyung, Budiman, pada tahun 1997 disusul angkatan kedua yaitu Endang(alm), Aidil Fitri, Trisida (almh), Eko Saputra, Adi Dalimunthe, Ikin Sorikin, A. Daulay, Ana, Herman sedangkan angkatan ketiga  Budi Sartomo, Andi Kurniawan, Wagio. Adapun materi yang diberikan kepada siswa-siswa antara lain : Ilmu Quran, Ilmu Hadits, Tata Dakwah, Ilmu Jiwa, Ilmu Psikologi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Management. Pada akhir tahun1998 baru terbangun rumah pribadi Pembina yang sekarang, selain itu juga sudah rumah Bapak Salman, dan Bapak Nuh.
        Setelah program pendidikan Pinterm berakhir, dilaksanakanlah Program Pesantren Ramadhan selama 25 hari, program ini berjalan beberapa kali bulan romadhan, yang diantara pesertanya ada yang berasal dari luar sumatera selatan.

Rabu, 11 April 2012

Profil Yayasan AKUIS



Yayasan AKUIS ( Yayasan Kesejahteraan Ummat Islam ) didirikan pada Hari Selasa tanggal 6 Februari Tahun 1990 berdasarkan Akta Notaris DARBI, S.H. No. 77 dan  telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri RI Palembang nomor 59/1990/Y dengan Panitera Pengadilan Negeri Klas I A Palembang JASIN M. ZEN, S.H. (NIP 040012009) kemudian diperbaharui dengan Akta Notaris / PPAT LEANNI BHARLINE, S.H. SPN Nomor 25 tanggal 30 Juli 2007. Berdasarkan dari tujuan didirikannya Yayasan AKUIS adalah suatu Lembaga/Yayasan yang mengajak/mengarahkan untuk mentaddaburi qur-an secara rutin dan utamanya bergerak di bidang Dakwah dan Pendidikan.

Yayasan AKUIS Pusat yang beralamat di Jln. Raya Palembang – Pangkalan Balai Km. 14 Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan mempunyai lahan seluas  5.030 m2  dan diatas lahan tersebut telah berdiri bangunan-bangunan fisik berupa :
  1. Pesantren/Ma’had Al Islamy “ Aqu-lu eL Muqoffa “
  2. Gedung Auditorium,
  3. Asrama Putra dan Asrama Putri,
  4. Taman Kanak-Kanak,
  5. Masjid,
  6. Kantor Sekretariat. 
Jama’ah yang ada dalam Lingkungan Yayasan AKUIS adalah terdiri dari berbagai ras/golongan dan kalangan karena yayasan AKUIS adalah Yayasan Terbuka sehingga terhadap setiap anggota masyarakat yang ingin mencari kebenaran, maka dipersilahkan untuk datang karena Yayasan AKUIS akan dengan terbuka menyambutnya, maka tidak heran bila masyarakat mengenal AKUIS, baik itu dari sekitar Base Camp maupun dari dari daerah lain, bahkan karena kita telah menggunakan internet maka dikenal orang secara mendunia. Pendanaan yang didapat oleh Yayasan adalah murni berasal dari jema’ah dan betul-betul diorientasikan dengan baik mulai dari cara memperoleh dan cara menggunakannya yaitu dengan cara-cara yang Islami dan yang paling dominan mewarnai pendapatannya, adalah berasal dari infaq, zakat, shadaqah serta Konsep system ekonomi Islam lainnya. Karena dari hasil kajian yang didapat diperoleh kesimpulan bahwa infaq itu wajib, besar dengan cara besar dan kecil dengan cara kecil. 


Yayasan AKUIS adalah Yayasan yang berusaha dan berupaya untuk menegakkan Islam secara mendunia dalam segala aspeknya sehingga tidak heran kalau dari lingkup kecil sampai besar berusaha diwarnai dengan warna Islam termasuk memback up pemunculan DP3MU (Dewan Perancang dan Panitia Pelakasana Mudzakarah Ulama) yang mengupayakan pencarian dan Pengumpulan Ulama secara mendunia untuk bermudzakarah dan berittihad menyongsong janji Allah akan kekhalifahan mendunia.

Sampai dengan tahun 1433/2012 ini Yayasan AKUIS telah memiliki empat cabang kota/kabupaten  di Sumatera Selatan, yaitu : Cabang Kab. Empat Lawang, Cabang Kota Palembang, Cabang Kota Prabumulih dan Cabang Kab. OKI.




Ma'had Al Islamiy " Aqu-lu eL Muqoffa"


بسم الله الرحمن الرحيم




مئسسة الأمانة التكافل الإسلامية
YAYASAN AMANAT KESEJAHTERAAN UMAT ISLAM (AKUIS )

PADA HARI SABTU, 1 MUHARRAM 1433H / 26 NOVEMBER 2011M
MERESMIKAN PENDIRIAN PONDOK PESANTREN
BERSKALA INTERNASIONAL :

معهد الإسلامى عقول المقفّى
MA’HAD  eL-ISLAMIY “ ‘AQU-LU  eL – MUQOFFA ”

Dengan Program :

1)      Masa Proses Belajar/Mengajar : 6 tahun.
2)      Masa Pembinaan Intelektual : 4 tahun.
3)      Masa Bakti : 3 tahun.


M o t t o :

“Pemimpin Asli yang Ilmiyah Diniyah Kritis”

INSYA  ALLAH

“Berijazah / Sertificate / Surat Tugas



Sukajadi- Banyausin, 1 Muharram 1433H / 26 November 2011M


P e m b i n a

Selasa, 10 April 2012

Tentang Kurikulum

Dalam pembuatan suatu rencana umum yang berkaitan dengan bahan-bahan yang bersifat khusus tentang pelajaran yang akan disajikan untuk mengantar dan memberi pembekalan kepada santri sehingga mereka akan mendapatkan tanda bukti lulus atau sempurna sebagai santri berupa certificaat untuk memperoleh kemampuan dalam berbagai kepentingan ummat sesuai dengan petunjuk dan tuntutan Islam. Karena itu harus meliputi “intra-curriculair dan extra-curriculair”.
Yang perlu dikatahui bahwa program kurikulum yang ditetapkan dalam pesantren tersebut harus ada saling keterkaitan,disebabkan bertujuan untuk mencetak informal-leader yang dalam Al Hadits disebut”Ra’un”, dalam suatu perencanaan core-curriculum,yaitu satu kelompok mata pelajaran dijadikan sebagai pusat atau core dan akan membangun rasa ketergantungan dengan yang tersebut.-

Sebenarnya Curriculum yang berarti “Jalan”, yang penyajiannya adalah untuk mengantar bagi pembinaan yang berhujung kepentingan karier hidup,oleh karena itu dalam Pendidikan Pesantren yang berskala Internasional disamping masalah keilmuan maka diperlukan faktor-faktor lain yang dapat mendukung bagi pembangunan SDM yang utuh paripurna dan berdaya guna dalam berbagai kepentingan terkait dengan masalah keummatan yang dilandasi dengan Ad-Din Al Kholish,agar tidak mengambil selainnya apapun alasannya, karena masalah Pendidikan akan dipertanggung jawabkan dihadapan Robb. Sebagaimana dituntunkan Al Qur-an Surah Az Zumar 3, yaitu:

اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗوَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ

                      “Ketahuilah! Kepunyaan Allah adalah Ad-Din yang suci-bersih, dan orang-orang yang mengambil dari selainnya sebagai pelindung sambil berkata:”Tiadalah kami mengabdi kepada mereka melainkan untuk akan mendekatkan kami kepada Allah secara sangat dekat”. Sesungguhnya Allah akan menghukumkan diantara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak akan memimpin siapapun yang dia sebagai pendusta,ingkar”.-  
Ayat tersebut diambil bagian sudut diantara jurusannya, adalah masalah program pendidikan, karena Allah telah memberikan petunjukNya, antara lain:
  1. Dalam Surah An Nisa 9,yaitu: 
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
“Dan hendaklah khawatir orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan dibelakang mereka  generasi yang lemah. Mereka takut atas (generasi) mereka, maka hendaklah bertaqwa kepada Allah dan berbicaralah dengan pembicaraan yang benar”.-

  1. Dalam Surah Maryam 5-6,nabi Zakaria menyampaikan keprihatinannya terhadap generasi dan pernyataannya diterangkan dalam ayait tersebut,yaitu:

وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ

يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا 

“Dan sesungguhnya aku khawatir keluargaku dibelakangku, dan istriku adalah mandul, maka berilah kepadaku dari sisiMu seorang pengurus”;”Yang akan mewarisiku dan bisa mewarisi keluarga Ya’qub, dan jadikanlah dia ya Robb, seorang yang diredloi”.-

Dengan demikian maka berarti betapa penting tentang keberadaan kurikulum yang rapi baik dan benar, sehingga dengan itu akan berarti telah mempersiapkan metode pendidikan secara memadai.-

Pandangan Pola Pendidikan Pesantren Berskala Mendunia

Dengan tanpa mengabaikan tentang kenyataan bahwa pandangan terhadap lingkungan akan terbagi menjadi dua skala, yaitu nasional dan internasional. Karenanya sebagai tapakan awal Lembaga Pendidikan dan Keilmuan dalam Pesantren-Pesantren Islam yang masih lumpuh,dan ini juga termasuk Lembaga Pendidik an Umum, harus diupayakan untuk dapat menjawab berbagai perkembangan dan tantangan serta tuntutan-tuntutannya. Maka diperlukan sumber daya manusia yang memang benar-benar handal dalam menghadapi berbagai masalah tersebut.
Dalam hal ini sebagian ummat Islam masih menterlantarkan pujian-pujian dalam Al Qur-an,disebabkan sebagian dari para Da’inya masih kurang peka terhadap keadaan, karena cara pemahaman mereka terhadap Al Qur-an hanya sebatas tekstual. Oleh karenanya penting memahami profil Lembaga Pendidikan Pesantren berskala Internasional, antara lain:
  1. Dalam upayanya harus mempunyai sasaran yang jelas yaitu agar misi yang diemban harus terkait erat dengan kenyataan perkembangan keadaan masyarakat secara nasional dan internasional, sehingga dengan itu dalam metode ramuannya sebagai langkah awal dapat memanfaatkan “Perilaku yang terkandung dalam Panca Sila” dalam kepentingan memunculkan ide-ide panduan. Hal ini membutuhkan penjelasan yang bersifat khusus, karena apapun keadaannya hal tersebut merupakan produk dan peninggalan Ummat Islam.Proses ini sangat keterkaitan erat dengan peristiwa Perjnjian Hudaibiyah dan pengerahan Rsulullah saw dalam menghadapi Tabuk sebagai pra perjalanan menuju Futuh Makkatul Mukarramah.-
  2. Dalam kenyataan kondisi sumber daya ummat secara nasional ternyata mengalami keterbelakang- an ganda,yaitu keterbelakangan dalam konteks bangsa dan dalam konteks global. Dan hal tersebut akan berakibat fatal manakala gong AFTA dipukul pada tahun 2020 yaitu suatu keadaan yang bisa memarjinalkan bangsa Indonesia akibat liberasisasi ekonomi Asia Pasifik. Dalam menghadapi hal demikian, selama difaham secara logika maka tidak ada jalan lain kecuali dibutuhkan kemampuan daya saing dalam percaturan global tersebut, maka berarti akan mencapai hasil yang relatif sangat kecil bila dihubungkan dengan kenyataan yaitu berupa peningkatan berbagai kasus yang disengajakan oleh bangsa-bangsa Barat yang bertujuan untuk mengadakan tekanan-tekanan terhadap upaya pengembangan bangsa Indonesia.Akan tetapi bila ditelaah secara seksama berdasarkan petunjuk Al Qur-an,maka jalan mengatasi kondisi tersebut harus dilaksanakan pembinaan sumber daya manusianya, yang meliputi aspek keulamaan, aspek keintellekkan, aspek pengembangan, dan aspek menejemen organisatorik.-
  3. Muslim adalah sebagai Subject, dengan demikian maka berarti Manusia sebagai sasaran utamanya dalam keterkaitan masalah pendidikan tersebut, dan hal ini merupakan tujuan yang dibangun. Dengan demikian akan memberi nilai tambah insani dalam memberikan makna tentang hubungan antar bangsa-bangsa didunia. Sedangkan masalah Ekonomi dan Teknologi itu sekedar bertujuan untuk mengantar kepada kenyataan yang bersifat Islami.-
Dengan penjelasan tersebut maka akan memberikan makna terhadap Difinisi Pendidikan Skala Internasional itu sendiri, yaitu upaya menanamkan, menumbuhkan dan menyuburkan serta mengembang-kan makna Pengabdian Tiga Dimensi secara proporsional; Maka dengan definisi tersebut akan berarti bahwa Pendidikan menuntut kemampuan dalam mengantisipasi berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat diberbagai bangsa, dan termasuk masalah peradaban.-
Dalam pembeberannya, masalah Pendidikan yang berskala Internasional tersebut harus merpersiapkan diri dalam menghadapi beberapa tantangan,antara lain:
  1. Tantangan tentang kemampuan untuk menghadapi berbagai perubahan masa depan; Menghadapi hal tersebut adalah bukan tidak mungkin apabila dihadapkan dengan berbagai kemajuan dunia ilmu dan teknologi, disadari atau tidak secara pasti akan menguras pemusatan perhatian terhadap proses tadabbur Al Qur-an dan menyempurnakan kembali pemahaman terhadap Al Hadits Shahih, sehingga dapat kelihatan bukti Kebenaran bahwa Al Qur-an dan Al Hadits Shahih adalah pengendalai utama bagi perjalanan kiprah ummat manusia disegala zaman sampai akhir zaman.-
  2. Tantangan dibidang kemampuan untuk menghasilkan para lulusan yang berkwalitas; Dalam hal ini adalah bertujuan untuk memperkuat dalam upayanya menjadi Muttabi’ur rasul,sehingga program kemanusiaan senantiasa menjadi program unggulan, dalam rangka membangun Khilafah diseluruh bangsa-bangsa didunia ini sesuai dengan kehendak petunjuk dan janji Allah.-
  3. Tantangan dalam hal upaya sehingga apapun dan betapapun keadaan yang mungkin merupakan medan yang sangat berat ditengah-tengah gejolak perubahan dan globalisasi, namun wajib mengaktualisasikan misi Islam, karena hal tersebut adalah bagian daripada jihad yang sangat mulia.-
  4. Tantangan berupa upaya pelestarian yang didalamnya menuntut kemampuan keberhati-hatian dan kerapian dalam memproses agar benar-benar berlandaskan kepada Al Qur-an dan Al Hadits yang Shahih. Karena apapun alasannya maka secara nurani ummat manusia sedunia mendambakan buah bukti dari makna Islam adalah pemersatu dan membawa kepada Rahmatan lil ‘Alamin.-
Untuk selanjutnya yang menjadi dambaan ummat pada umumnya dan khususnya Dunia Islam adalah lahirnya tokoh-tokoh dunia yang berkwalitas, kokoh dan kuat dalam berpedoman kepada Al Qur-an dan Al Hadits Shahih, sehingga dalam mengadakan pendidikan pesantren yang berskala internasional harus dapat mengupayakan bagi terwujud generasi yang berkemampuan dalam penguasaan dan pengembangan terhadap ilmu/ bidang-bidang keilmuan. Kemudian berkemampuan secara profesional dalam mengentaskan kepada realitas kehidupan maasyarakat diseluruh bangsa-bangsa didunia, terutama dalam hal wawasan dan  perilaku serta ilmu terapan; Maka dengan demikin akan berkemampuan membawa pengaruh terhadap ummat dalam segala kiprah kerja yang bersifat konstruktif bagi kemanusiaan.-
Al Qur-n sendiri telah  menyediakan bimbingan dan panduan serta petunjuk yang sangat sempurna dengan ayat-ayatnya yang meliputi Insaniyyah(masalah perilaku), Kauniyyah (masalah rahasia sumber daya alam), Tarikhiyyah (masalah sejarah manusia dan kemanusiaan),dan Taqorrub/Ubudiyyah (masalah hubungan dan  pendekatan kepada Allah Yang Pencipta). Dan bahkan lebih dari itu,sehingga dalam Al Qur-an telah Allah tetapkan didalamnya berisikan liputan Tingkatan Ilmu, yaitu Tingkatan  Ekzak, Tingkatan Abstrak, Tingkatan Relatif Abstrak, dan Tingkatan Absolut Abstrak.-

Dengan demikian maka sudah semestinya akan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim mempunyai rasa terpanggil dan dituntut keikut sertaannya dalam membangun Pendidikan Kepesantrenan yang berskala Dunia. Karena mengingat petunjuk Allah bagi mendukung ketetapan Sunnatullah tentang keberadaan masyarakat manusia yang berbangsa-bangsa dan berqabilah-qabilah,sehingga masalah Kemanusiaan adalah sebagai topik utama Al Qur-an [qa13s49=al Hujurat],antara lain:

01.   Allah telah menetapkan bahwa Ummat Mukminin adalah sebagai “Khoiro Ummah”, sebagaimana difirmankan dalam Surah Ali Imron 110,yaitu:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Keberadaan kamu sekalian (Ummat Mukminin) adalah sebaik-baik ummat yang dengan sengaja dikeluarkan kepada ummat manusia karena kamu sekalian senantiasa melaksanakan amar bil ma’ruf dan nahyu ‘anil munkar dan beriman dengan Allah. Dan kalaulah Ahli Kitan itu mau beriman niscaya adalah baik bagi mereka,(tetapi dalam kenyataannya) dari antara mereka (menjadi)orang-orang Mukmin dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq”.-

Secara maknawi ayat tersebut memberikan ketegasan bahwa Mukmin itu adalah sebagai manusia subject, artinya pemimpin asli atau informal leader atau indigenous leader,yang didalam bahasa Hadits maka Rasulullah menyebutkan dengan istilah “Ra’un” yang mempunyai tugas dan tanggung jawab keummatan untuk menegakkan kemanusiaan yang utuh.-

02. Dalam upaya keummatan melaksanakan pengkondisian terhadap generasi melalui berbagai bimbingan menuju perwujudan nilai kemanusiaan dalam pengertian peradaban yang benar, membawa dan memindahkan ummat dari kegelapan kepada cahaya iman yang terang benderang, kemudian membuka kemajuan dunia. Kesemuanya tersebut dilakukan secara bersamaan dengan berdasarkan al Qur-an dan al-Hadits Shahih. Sebagaimana difirmankan dalam al Qur-an Surah Fushilat 34-35,yaitu:

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ

           “Dan tidak akan pernah sama derajat kebaikan itu dan tidak pula dengan derajat kejahatan, tolak lah (derjat kejahatan itu) dengan yang lebih baik.Maka tiba-tiba yang diantaramu dan diantaranya ada permusuhan,akan menjadi seolah-olah seperti sahabat yang akrab”;”Dan tiadalah akan ada sifat (demikian)itu melainkan pada orang-orang yang shabar, dan tiadalah akan ada sifat (demikian)itu melainkan orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”.-

Hal tersebut sangat penting, dikarenakan untuk menghadapi kafirin yang berada pada kondisi yang disebut krisis manusia modern, yang dapat mengancam nilai kemanusiaan, sebagai akibat daripada kegoncangan jiwa dan kekosongan ‘aqidah. Ini akan terbukti dalam menghadapi apa yang disebut Era Globalisasi, bahwa Globalisasi adalah suatu proses interaksi yang mendunia yang muncul akibat terjadinya revolusi Ip-Tek yang senantiasa mengalami perkembangan, sehingga akan merupakan era-competitive dalam seluruh bidang kehidupan yang disertai dengan tingkat persaingan yang tinggi.Dan secara kenyataan akan membuat setiap individu dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara relatif bebas; Maka ayat tersebut menuntut kecermatan dalam mentelaah secara Kaidah Ilmu Al Qur-an agar dapat menciptakan suatu ilmu pengetahuan yang menjadi dasar utama bagi menyempurnakan beberapa cabang Ilmu termasuk Ilmu Komunikaasi.-

Maka dengan Pola Pendidikan Pesantren yang berskala Internasional tersebut akan merupakan dapur pemi-kiran dalam kepentingan sebagai pusat kajian terhadap Al Islam, Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,Ummat serta Generasi. Untuk selanjutnya akan melahirkan para ‘Ulama Intellect dan Intellectual ‘Ulama atau yang diperkenalkan oleh Al Qur-an sebagai Al’Ulama dan Ahli Dzikir yang memiliki kematangan intellectual (:Intellectual Maturity) dan kepribadian yang utuh (:Personality Organization), yang akan bertindak sebagai pemandu masyarakat dunia.-
Hal tersebut sangat beralasan mengingat bahwa Al Qur-an mengajarkan dalam Surah Ali Imron 68:

اِنَّ اَوْلَى النَّاسِ بِاِبْرٰهِيْمَ لَلَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ وَهٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ وَاللّٰهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ

            “Sesungguhnya yang paling utama dari kalangan manusia dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi(Muhammad)ini dan orang-orang yang beriman. Dan Allah itu pelindung orang-orang Mukminin”   

DASAR UTAMA DARI AL QUR-AN


Sebenarnya perjalanan manusia dalam kehidupannya sebagai makhluq sosial berdasarkan Sunnatullah, disadari atau tidak disadari, Allah telah memberi bawaan dari lahir berupa refleksi yang setiap saat ada pengaruh dari keadaan lingkungan akan keluar dengan sendirinya,yaitu Simbiose Mutualistik dan Mutual Servis. Karena secara manusiawi setiap diri seseorang telah disempurnakan Allah dengan kemampuan-kemampuan,yaitu mengenal dengan panca inderanya (:Mudrik), menggerakkan tubuh (:Muharik), dan berdaya guna kepentingan masyarakat dan generasi (:Muatsir); Karena itu Allah menetapkan melalui firmanNya dalam al Qur-an Surah Al Anbiya 105-107 [qa105-107s21], yaitu:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ

اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ ۗ

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

“Dan sungguh Kami tuliskan dalam Zabur dari sesudah Adz-Dzikr(-yaitu di Lauhin Mahfudz dan dalam Taurat-), bahwa bumi ini akan mewarisinya yaitu hamba-hambaKu yang sama shalih”;”Sesungguhnya dalam (al Qur-an) ini niscaya suatu penyampaiaan (yang sempurna) bagi kaum yang mengabdi “;”Dan tidaklah Kami mengutus kamu(Muhammad) melainkan rahmat bagi seluruh makhluq”.-

Dengan ayat tersebut jelas bahwa Al Qur-an itu muthlaq sebagai pedoman dalam melaksanakan dimensi-dimensi pengabdian. Karena pada dasarnya manusia itu tidak berkeberadaan sama sekali,kemudian Allah perintahkan UtusanNya sebagai pembawa RisalahNya untuk menyampaikan khabar gembira dan ancamanNya,kemudian Utusan tersebut memandukan segala aturan-aturanNya dalam menepati dimensi-dimensi pengabdian. Maka berarti bagi hamba Allah yang beriman berkewajiban untuk menggelar al Qur-an atas ummat manusia secara keseluruhan dalam rangka mendidik,mengajar  berbagai Ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan ummat manusia, kemudian membudi dayakan Ilmu tersebut kedalam terapan, sehingga ummat manusia akan memperoleh berbagai pengembangan dalam kehidupan dunia ini tanpa harus berhadapan dengan kekuatan alam yang dahsyat. Hal ini tergantung kepada manusianya, sebagaimana difirmankanNya dalam surah Al Maidah 66, yaitu: 

وَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَامُوا التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ مِّنْ رَّبِّهِمْ لَاَكَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْۗ مِنْهُمْ اُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ سَاۤءَ مَا يَعْمَلُوْنَࣖ 

“Dan(ketahuilah) kalau bahwa mereka menegakkan Hukum Taurat dan Injil dan segala yang diturunkan kepada mereka dari Robb mereka, niscaya mereka mendapat jaminan mewah dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.(Tetapi kenyataan keadaan mereka)dari antara mereka termasuk golongan muqtasid dan  kebanyakan dari mereka  jahat apa yang mereka kerjakan”.-

Dengan ayat tersebut merupakan bukti bahwa pada intinya  sangat sedikit sekali mereka yang termasuk dalam wilayah “sabiq bil khoirot”[qa32s35=fathir],dan dalam kenyataannya dari kalangan mereka yang beriman kebanyakan tidak bernyali bagi menegakkan Hukum Allah ditengah masyarakat yang serba plural yang dalam istilah lain disebut Islam Moderat. Sedangkan golongan terbesar adalah orang-orang yang tidak beriman yang hanya mengandalkan logika dan tidak pernah mau tahu terhadap Akherat, maka mereka itu disebut Hedonisme dan Logika [qa27s76=ad dahr]; Maka betapa penting keberadaan Program pendidikan melalui kepesantrenan dalam skala internasional dan men-DUNIA.-