Puluhan jamaah bersama para
santri bahu-membahu melaksanakan proses pengecoran dak lantai atas Masjid
Al-Muttaqin yang berlokasi di Dusun 3 Sukarela, Kecamatan Rantau Bayur,
Kabupaten Banyuasin. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad 22 Rajab 1447 H/11
Januari 2026 ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan masjid yang telah
dimulai sejak lima tahun silam.
Kelompok Kajian Desa Sukarela
merupakan kelompok kajian binaan Yayasan Pendidikan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat
dan masjid Al-Muttaqin merupakan lokasi sentral kegiatan kajian dan TPA di sana.
Pembangunan gedung baru ini dilakukan tepat di samping bangunan lama yang
bersejarah. Sebagai catatan, masjid lama pertama kali dibangun pada tahun 1975
dan sempat direhabilitasi pada tahun 1980.
Menjawab Kebutuhan Generasi Baru
Keputusan untuk membangun masjid
baru diambil karena daya tampung masjid lama yang sudah tidak memadai lagi.
Pertumbuhan jumlah jama’ah dan generasi di Dusun 3 Sukarela menuntut adanya
ruang ibadah yang lebih luas dan representatif.
"Pembangunan ini sudah dimulai sejak tahun 2020. Kami
melaksanakannya secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan dana yang
ada," ujar Wak Buyung. Adapun koordinator kegiatan ini adalah Adi
Rianto atau hangat disapa Mang Ujang.
Nantinya, setelah masjid baru ini
rampung, bangunan masjid lama tidak akan dirobohkan, melainkan dialihfungsikan
sepenuhnya menjadi pusat Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) bagi anak-anak
sekitar.
Kerja Keras di Tengah Tantangan Akses
Proses pengecoran kali ini mencakup area seluas 64 meter
persegi (16x4 meter). Sebanyak 100 sak semen, 15 kubik pasir, dan 15 kubik
koral diolah secara manual menggunakan dua mesin molen.
Tantangan utama dalam pembangunan
ini bukanlah semangat jama’ah, melainkan akses logistik. Lokasi pembangunan
yang sulit dijangkau akibat kondisi jalan yang rusak dan licin menjadi hambatan
dalam pendistribusian material bangunan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan
semangat para peserta gotong royong yang tidak hanya datang dari warga
setempat, tetapi juga dari jamaah pusat, para santri, serta jama’ah dari Kelompok
Kajian Sukamakmur dan Lebar Akar.
Dana Swadaya dan Harapan Masa Depan
Seluruh pembiayaan pembangunan Masjid Al-Muttaqin bersumber
murni dari swadaya dan infaq jama’ah. Wak Buyung menjelaskan bahwa pihak
pengurus tidak menetapkan target kaku kapan pembangunan harus selesai.
"Kami kerjakan sesuai kemampuan yang ada. Namun, tentu
harapannya bisa selesai secepat mungkin agar bisa segera digunakan oleh jama’ah
untuk beribadah dan mengikuti kajian rutin setiap Kamis bersama Ust. Abdul
Malik Al-Izza," tambahnya.
Melalui pembangunan ini, pengurus berharap kemakmuran masjid
akan semakin meningkat dan mampu menjadi pusat syiar Islam yang lebih kuat bagi
masyarakat di Kecamatan Rantau Bayur.
(M. Bardan, M. Iesyad Zamharir, M. Ihsan Hibbatullah)






0 komentar:
Posting Komentar