Peresmian Ma'had eL Islamiy

Ustadz Muhammad Bardan Kindarto menyerahkan SK Mudir Ma'had kepada Ustadz Noviandi dalam acara Pembukaan Ma'had, pada hari Sabtu, tanggal 1 Muharam 1433 / 26 November 2011

Ustadz Muhammad Bardan Kindarto (Pembina)

Didampingi Ustadz Wahadi (Ketua Umum) pada Pembukaan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa", Sabtu 1 Muharam 1433 H

Para Santri pada acara pembukaan

Pembukaan Ma'had el Islamiy " 'Aqu-lu el Muqoffa" pada Hari Sabtu, tanggal 1 Muharram 1433 H di Auditorium Yayasan AKUIS Pusat

Hari Pertama didalam kelas

Santriwan yang sedang konsentrasi mendengar pengarahan hari pertama mereka didalam kelas

Pembukaan dan Peresmian Ma'had

Sabtu, 1 Muharam 1433 / 26 November 2012 di Gedung Auditorium Yayasan AKUIS Pusat diresmikan Ma'had eL Islamiy " 'Aqu-lu eL Muqoffa

Gedung Ma'had yang tampak kokoh

Gedung Ma'had dalam komplek Yayasan AKUIS Pusat yang terletak dipinggir Jalan Raya Palembang-Betung Km.14 dari Palembang

MASJID eL MUQOFFA

Masjid eL Muqoffa dengan dua lantai yang senantiasa dipenuhi dengan aktifitas ibadah, sholat berjama'ah, kuliah subuh, aktifitas santri dan lainnya.

GEDUNG MA'HAD

Gedung Ma'had dengan dua lantai sebagai wadah aktifitas belajar dan mengajar.

Kamis, 29 Januari 2026

AHWA Dunia, Menakhodai Kapal Persatuan di Tengah Arus Global

Eksistensi umat Islam di kancah global hari ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan jumlah penganut yang besar. Diperlukan sebuah mekanisme kepemimpinan intelektual yang mampu menyatukan hati (tansiqul-qalbi) dan gerak secara terukur/shaffan. Semangat inilah yang melandasi Sosialisasi Perhimpunan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) Dunia pada Senin 30 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 yang lalu di Jakarta.

Pertemuan di Villa Delima tersebut bukan sekadar persiapan teknis menuju Mudzakarah Ke-9, melainkan penegasan kembali atas mandat internasional yang telah digulirkan sejak 2016.

Soliditas Lokal sebagai Syarat Globalitas

Menarik untuk mencermati catatan Ustadz Drs. Hasan Basri Rahman. Beliau memberikan perspektif yang membumi: bahwa visi global yang megah harus memiliki "jangkar" yang kuat di tingkat lokal. Strategi AHWA bukanlah gerakan elit yang eksklusif, melainkan sebuah ikhtiar yang memulai sinkronisasi visi dari bawah agar bangunan ukhuwah di tingkat dunia tidak keropos.

Pesan beliau jelas, bahwa: persatuan global hanya bisa dicapai jika ulama di tingkat basis sudah berada dalam satu barisan pemikiran yang sama. Inilah fondasi bagi struktur AHWA yang kokoh.

Meluruskan Kompas Akidah Dunia

Tantangan nyata AHWA di level internasional juga ditegaskan oleh Ustadz Ahmad Kainama. Dengan menganalogikan AHWA sebagai "Al-Fulk" (Kapal), bahwa beliau memposisikan lembaga ini sebagai instrumen penyelamat di tengah badai pemikiran dunia.

Melalui tema strategis "Millah Ibrahim atas Pewarisan Ahli Kitab", AHWA mengambil peran sebagai penjaga gawang akidah. Di panggung dunia di mana identitas Islam sering kali dikaburkan, AHWA hadir untuk memberikan pencerahan bahwa Islam adalah satu-satunya Ad-Dien yang diridhai Allah. Ini adalah peran diplomasi teologis yang sangat krusial di kancah internasional.

Menuju Mudzakarah Ke-9: Diplomasi Ulama untuk Dunia

Perhelatan yang dijadwalkan pada Dzulhijjah 1447 H mendatang adalah momentum pembuktian. AHWA tidak sedang membangun menara gading; ia sedang menjahit ukhuwah yang membentang dari lokal hingga ke forum-forum dunia.

Jika sosialisasi ini berhasil menanamkan kesadaran kolektif, maka Mudzakarah Ke-9 tidak hanya akan menjadi ajang berkumpulnya para tokoh, tetapi akan menjadi kompas baru bagi peradaban Islam global. "Api" yang menyala di Jakarta kemarin harus dipastikan mampu membakar semangat persatuan para ulama dan intelektual muslim di seluruh penjuru bumi.

Minggu, 25 Januari 2026

Jalin Ukhuwah: Keseruan Laga Persahabatan Ma’had ‘Aqu-Lu el-Muqoffa vs Ponpes Tahfiz Nurul Quran

 

Suasana di lapangan Ma’had ‘Aqu-Lu el-Muqoffa Al-Islamiy sore ini tampak berbeda. Bukan riuh hafalan kitab atau kultum yang terdengar, melainkan sorak sorai semangat persaudaraan dalam laga persahabatan futsal santri yang digelar pada Ahad, 6 Sya’ban 1447 H/25 Januari 2026 M.

Penyambutan Hangat

Tepat pukul 14.30 WIB, rombongan dari Ponpes Tahfiz Nurul Quran tiba di lokasi dan langsung disambut hangat oleh para pengurus serta santri tuan rumah. Acara dibuka secara resmi pada pukul 15.00 WIB dengan sambutan dari M. Rusdan Baldan (Abang Didan) selaku Ketua Pelaksana, serta sambutan Kak Ade sebagai pembimbing sekaligus mudaris dari Ponpes Tahfiz Nurul Quran.

"Pertandingan ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana kita mempererat tali silaturahim antar santri," ujar Abang Didan dalam wawancara.

Jeda Ibadah & Kick Off yang Seru

Setelah melaksanakan sholat Ashar berjama’ah di masjid untuk mengisi "bahan bakar" spiritual, peluit tanda dimulainya pertandingan akhirnya ditiup pada pukul 16.00 WIB. Di bawah pengawasan Asad Fahmi Al-Faruq sebagai penanggung jawab acara, pertandingan berlangsung sangat kompetitif namun tetap sportif.

Laga dibagi menjadi dua sesi:

  1. Tingkat Junior (Kelas 7–9): Pertandingan berlangsung sangat sengit. Kejar-kejaran skor terjadi, namun Tim Ponpes Tahfiz Nurul Quran berhasil unggul tipis dengan skor akhir 4-3.
  2. Tingkat Senior (Kelas 10–13): Di sesi kedua, dominasi Tim Ponpes Tahfiz Nurul Quran semakin terlihat. Meski tuan rumah memberikan perlawanan maksimal, tim tamu sukses mengamankan kemenangan telak dengan skor 8-3.
Lebih dari Sekadar Pertandingan

Meski tim tamu memenangkan kedua laga, raut wajah ceria tetap terpancar dari seluruh santri. Acara ditutup pada pukul 17.30 WIB dengan sesi jabat tangan dan foto bersama yang penuh keakraban.

Laga persahabatan ini diharapkan menjadi wasilah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, khususnya antar pondok pesantren. Semoga semangat sportivitas dan persaudaraan ini terus terjaga.

Sampai jumpa di pertandingan selanjutnya!

Selasa, 20 Januari 2026

Penerimaan Santri Baru Ma’had ‘Aqu-lu el Muqoffa Al Islamiy

Pendaftaran Santri Baru

Bismillahirrahmanirrahim

Anak adalah amanah besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dititipkan kepada setiap orang tua. Menjaga dan mendidik mereka agar tumbuh di atas pondasi iman, ilmu, dan amal shaleh adalah tanggung jawab bersama yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Ma’had ‘Aqu-lu el Muqoffa Al Islamiy hadir sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS yang menyadari akan amanah tersebut. Kami berkomitmen menyediakan lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi Aqidah dan Akhlaqul Karimah yang berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.

I. Persyaratan Calon Santri

Kami membuka pendaftaran bagi calon santri yang memenuhi kriteria berikut:

Rentang Usia: Minimal 13 tahun hingga maksimal 15 tahun.

Komitmen: Bersedia mengikuti aturan Ma’had yang dituangkan dalam surat perjanjian santri dan orang tua.

II. Prosedur Pendaftaran Langsung

Untuk menjaga kualitas interaksi dan pengenalan lingkungan Ma’had, pendaftaran hanya dilayani secara langsung di lokasi (Offline):

Lokasi: Kantor Ma’had Al Islamiy Aqu-lu el Muqoffa di Jalan Palembang – Betung No.84, Komp. Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS Pusat, RT.011 RW.002 KM.14, Sukajadi Timur, Kec. Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan 30961.

Dokumen: Membawa fotokopi Ijazah SD dan Kartu Keluarga (masing-masing 1 lembar).

Administrasi: Pengisian formulir pendaftaran serta penandatanganan surat perjanjian dilakukan langsung di lokasi.

III. Estimasi Pembiayaan Awal

Biaya pendaftaran sudah mencakup Infaq Pendidikan, perlengkapan mess, seragam lengkap (Harian, Olahraga, Bela Diri, Kepanduan, Almamater), serta biaya makan, asrama, dan operasional untuk 2 bulan pertama.

Total Putra: Rp 8.215.000,-

Total Putri: Rp 8.210.000,-

Informasi & Layanan Pendaftaran

Pendaftaran dilakukan secara langsung dengan mengunjungi kantor sekretariat kami pada jam kerja. Untuk konsultasi lebih lanjut terkait program pendidikan, Bapak/Ibu dapat menghubungi layanan informasi resmi lembaga:

Alamat Lokasi: Jalan Palembang – Betung, No.84, Komp. Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS Pusat, RT.011 RW.002, KM.14, Sukajadi Timur, Kec. Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan 30961.

Kontak Person (WA/Telp): +62 813-6882-5307

Email: bidangpendidikanypdakuis@gmail.com

Informasi Teknis: Konsultasi langsung di lokasi dapat ditemui melalui Sekretaris Bidang Pendidikan: Ust. Ahmad Ulya Qomaru Zaman.

Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam membekali putra-putri kita dengan ilmu yang bermanfaat.

Sabtu, 17 Januari 2026

KURIKULUM MA’HAD ‘AQU LU EL-MUQOFFA AL-ISLAMIY

Pondok Pesantren Berskala Internasional


Visi Sang Perintis

Pada 17 Syawal 1426 Hijriyah, bertepatan dengan 17 Januari 2006, di tanah Banyuasin, sebuah gagasan visioner ditorehkan oleh Ustadz Muhammad Bardan Kindarto. Tulisan beliau yang berjudul “Program Pendidikan Pesantren Berskala Internasional” menjadi landasan sekaligus peta jalan bagi sebuah institusi pendidikan yang bercita-cita melampaui batas-batas geografis dan kurikulum konvensional. Gagasan ini bukan hanya wacana; ia adalah do’a dan harapan dari seorang ‘ulama yang tawadhu’.

Cita-cita besar itu menemukan momentum realisasinya pada Sabtu, 1 Muharram 1433 H (26 November 2011 M). Ditandai dengan pembubaran Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah ‘Aqulu eL Muqoffa (1997-2011), berdirilah Ma’had Al-Islamiy ‘Aqu Lu El Muqoffa. Nama “Ma’had” dipilih dengan kesadaran penuh akan maknanya dalam bahasa Arab: Perguruan Tinggi (Islamic Institute/College/Academy/University). Ini adalah deklarasi bahwa lembaga ini bukan sekadar sekolah menengah, melainkan sebuah sistem pendidikan tinggi integral yang berlangsung selama 13 tahun yang mengatur, mendidik, dan menjaga (liputan Rabb) santri dari usia 12 hingga 25 tahun.

Misi: Melahirkan Pemimpin Solutif bagi Umat

Pendidikan Pesantren Berskala Internasional di Ma’had ‘Aqu Lu El Muqoffa dimaknai sebagai pendidikan keislaman berwawasan mendunia, mencakup program, kurikulum, tenaga pengajar, dan peserta didiknya. Visinya terpilar pada dua hal utama:

    1. Pemimpin Berkaliber Dunia sebagai Al-Mursyid: Sebagai pemandu umat yang menguasai berbagai disiplin ilmu (multitasking), menjadi rujukan bagi setiap permasalahan umat.
    2. Pemimpin Berkaliber Dunia sebagai Ahli Profesional: Sebagai spesialis di bidang ilmu tertentu (monotasking) yang mendalam dan unggul.

Kedua profil ini disatukan oleh prinsip fundamental: Al-Hikmah (cerdas, cepat, tepat, dan cakap menanggapi permasalahan umat). Lulusan Ma’had dirancang untuk menjadi “pemberi solusi” (problem solver)—sebagai leader solutif, visionary leader, dan transformational leader—yang mampu menjawab tantangan kompleks zaman dengan pendekatan yang berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah. Inilah yang tercermin dalam moto pendirianya: “Pemimpin asli yang ilmiah, diniah, dan kritis” (The critical scientific and religious genuine leader).

Kerangka Kurikulum 13 Tahun: Sebuah Siklus Holistik dari Belajar hingga Mengabdi

Keunikan dan kekuatan kurikulum Ma’had terletak pada pembagian jenjang 13 tahunnya yang tidak lazim, berpijak pada psikologi perkembangan yang sejalan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

I. Landasan Psikologis dari Al-Qur’an
Kurikulum ini sensitif terhadap fase perkembangan psikologis santri:

    • Fase Ghulam (Usia 12-16 Tahun): Fase anak-anak hingga remaja awal. Pendekatan pendidikan bersifat nurturing (penuh kasih), dengan metode pengajaran langsung (directive), penghafalan cerdas (smart retain), pemodelan (modeling), dan interaktif. Fokus pada penanaman dasar-dasar aqidah dan akhlak.
    • Fase Fata/Syabab (Usia 16-30 Tahun): Fase pemuda hingga dewasa. Di tingkat ini, materi pembelajaran lebih lanjut (advanced) dan mulai diperkenalkan metode berpikir kritis (critical thinking), inkuiri, dan pembelajaran dua arah (two-way learning). Santri diajak untuk lebih aktif mengelola proses belajarnya.

II. Tiga Periode Pendidikan yang Revolusioner:
Pembagian kelas tidak mengikuti standar SMP/MTs-SMA/MA, melainkan berdasarkan misi pembentukan karakter dan kompetensi:

    1. Kelas 1-6: “Educational Period” (Masa Belajar/Mengajar, Usia 12-18 Tahun).
        • Fokus: Menanamkan pondasi kokoh pada semua materi dasar keislaman (Akhlak, Al-Qur’an, Hadits, Bahasa Arab, Fikih) dan ilmu umum (Bahasa, Sains, Sosial).
        • Pendekatan: Menggunakan konsep Ghulam. Santri berada dalam masa “dipimpin” untuk membangun disiplin dasar.
    2. Kelas 7-10: “Period of Leadership” (Masa Zu’ama/Kepemimpinan, Usia 18-22 Tahun).
        • Fokus: Pendalaman dan spesialisasi. Materi keislaman seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ushul Fikih, Balaghah, Tata Dakwah, dan Siyasah, dan penamatan membaca kitab. Ilmu umum seperti Psikologi, Sosiologi, dan Ekonomi dikaji lebih analitis.
        • Pendekatan: Menggunakan konsep Syabab. Santri memasuki masa “memimpin”. Mereka ditugaskan memimpin diskusi, membimbing adik kelas, mengorganisir kegiatan, dan memulai program riset awal. Di sini, teori mulai diuji dengan tanggung jawab praktis.
    3. Kelas 11-13: “Period of Service” (Masa Pengabdian, Usia 22-25 Tahun).
        • Fokus: Aplikasi dan kontribusi nyata. Santri mempraktikkan ilmu yang telah dikuasai dalam bidang spesifik: Bidang Pendidikan, Bidang Dakwah, atau Kepengurusan yayasan. Masa ini adalah kulminasi dari 10 tahun sebelumnya, dimana mereka menjadi bagian aktif dari sistem dengan menyelesaikan program riset/penelitian dan berkontribusi langsung pada institusi dan masyarakat.

Siklus Belajar → Memimpin → Mengabdi ini adalah jantung dari kurikulum Ma’had, yang membedakannya secara kontras dari model pendidikan “sekadar lulus ujian”.

44 Mata Pelajaran: Jaring Pengetahuan yang Menyeluruh

Untuk mewujudkan profil pemimpin multidisiplin, Ma’had merancang kurikulum yang sangat komprehensif, mencakup 44 mata pelajaran yang diajarkan secara bertahap dan terintegrasi dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Mata pelajaran ini dirumpunkan menjadi:

    1. Ushuluddin (14 Mapel): Meliputi Aqidah, Akhlak, berbagai aspek Ilmu Al-Qur’an (Tajwid, Hafalan, Terjemah, Ilmu Tafsir), Hadits (Riwayat, Dirayah, Hafalan), Fikih (Furu’ dan Ushul), hingga ilmu terapan seperti Siyasah, Tata Dakwah, dan Adab Berdebat.
    2. Sejarah (3 Mapel): Sejarah Islam, Indonesia, dan Dunia untuk membangun kesadaran kontekstual.
    3. Bahasa (9 Mapel): Penguasaan Bahasa Arab secara menyeluruh (Muhawarah, Insya’, Nahwu-Sharaf, Balaghah) serta Bahasa Inggris dan Indonesia.
    4. Psikologi & Pendidikan (4 Mapel): Ilmu Jiwa, Ilmu Pendidikan, Ilmu Mengajar, dan Praktik Mengajar, mempersiapkan santri juga sebagai pendidik.
    5. Sosiologi & Kemasyarakatan (3 Mapel): Ilmu Masyarakat, Sosiologi, dan Ilmu Rumah Tangga.
    6. Ilmu Pasti & Sains (11 Mapel): Cakupan yang sangat luas, mulai dari Falak (Astronomi), Kimia, Biologi, Pertanian, Matematika, Geografi, Ekonomi Islam, hingga Laboratorium dan Praktikum.
    7. Pendidikan Jasmani (1 Mapel).

Ekstrakurikuler dan Sarana Prasarana: Menyempurnakan Proses Tarbiyah

Agar perkembangan santri seimbang, Ma’had menyediakan beragam program ekstrakurikuler yang bersifat refreshing sekaligus pengembangan skill, seperti olahraga (beladiri, memanah, renang), seni (kaligrafi, musik), kepanduan, kewirausahaan, multimedia, klub bahasa, hingga forum kajian kitab, diskusi ilmiyah dan debat (mabhatsul masail).

Visi internasional ini juga didukung oleh infrastruktur yang dirancang untuk mendukung semua aspek pembelajaran, mulai dari Masjid, Perpustakaan, Gedung Belajar, Asrama terpisah, hingga fasilitas pendukung khusus seperti:

    • Laboratorium Bahasa
    • Observatorium Falak (untuk ilmu falak/astronomi)
    • Laboratorium IPA
    • Gedung Multimedia
    • Area perkebunan dan peternakan sebagai laboratorium lifeskill dan ketahanan.

Jalan Menuju Internasionalisasi: Strategi dan Komitmen

Untuk mewujudkan skala internasional, kurikulum tidak hanya berhenti pada narasi. Ma’had ‘Aqu Lu El Muqoffa merancang strategi operasional yang jelas:

    1. Integrasi Ilmu: Menyatu-padukan ushuluddin dan ilmu umum.
    2. Lingua Franca: Menjadikan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar dan komunikasi sehari-hari.
    3. Referensi Global: Menggunakan sumber belajar berbahasa asing.
    4. Kerjasama Ahli: Membuat MoU dan mendatangkan native speaker serta ahli dari berbagai bidang sains dan teknologi.
    5. Jaringan Global: Mensosialisasikan program ke seluruh dunia melalui media digital dan jaringan ulama (Perhimpunan Ahlul Halli wal ‘Aqdi Dunia) untuk menarik santri dari berbagai negara.
    6. Pemanfaatan Teknologi: Mengadopsi teknologi terkini dalam proses pembelajaran dan administrasi.

Penutup: Mandiri dalam Visi, Universal dalam Kontribusi

Ma’had ‘Aqu Lu El Muqoffa Al-Islamiy dengan tegas menyatakan kemandiriannya. Kurikulum 13 tahun dengan tiga periodenya adalah sebuah ekosistem pendidikan yang utuh dan otonom, tidak disamakan dan tidak berafiliasi dengan sistem pendidikan nasional atau internasional umum lainnya. Ia hadir dengan paradigma sendiri yang dibangun dari tadabbur Al-Qur’an dan Sunnah.

Pada akhirnya, “standar internasional” yang ingin dicapai bukanlah sekadar pengakuan dari badan dunia, melainkan kapasitas untuk berkontribusi dan memimpin di panggung dunia. Visinya adalah melahirkan kader-kader pemimpin asli, ilmiyah, diniyah, dan kritis sebagai “amanah generasi“, penyambung mata rantai perjuangan Islam, yang mampu memberikan solusi (Al-Hikmah) bagi permasalahan umat di mana pun mereka berada dan menjadi generasi yang dirindukan zaman.

 


Keterangan: Artikel ini disusun berdasarkan dokumen konsep “Program Pendidikan Pesantren Berskala Internasional” karya Ustadz Muhammad Bardan Kindarto dan penyempurnaan oleh P3SP (Tim Perancang Pembuat Pengamat Sistem Pendidikan) Ma’had ‘Aqu Lu El Muqoffa Al-Islamiy, dilandaskan pada panduan Al-Quran dan As-Sunnah. Sebagai sebuah sistem yang hidup, kurikulum ini bersifat dinamis dan terbuka untuk terus disempurnakan oleh generasi kader Ma’had di masa depan.

 

Pererat Ukhuwah, Jama’ah dan Santri YPD AKUIS Pusat Laksanakan Gotong Royong Cor Jalan


Semangat berjama’ah terpancar di Lingkungan Komplek YPD AKUIS Pusat selama tiga hari terakhir. Sejak Rabu hingga Jumat (14–16 Januari 2026), puluhan jamaah, pengurus yayasan, hingga santri bahu-membahu dalam agenda besar: Pengecoran Jalan Komplek YPD AKUIS Pusat Part 2.

Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan wujud nyata dari hasil Musyawarah Jamaah yang telah disepakati pada Agustus 2024 lalu.

Pengecoran jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 5 meter ini dikoordinatori oleh Bagian Kerumahtanggaan, Pakde Nyono, dengan dukungan teknis dari Urusan Pembangunan, Bapak Yayat Suryat dan Bapak Suhardiman (Yai Diman).

Satu hal yang mencuri perhatian adalah keterlibatan aktif para santri. Sebagaimana kebiasaan di YPD AKUIS, santri selalu ditempa untuk menjadi garda terdepan dalam setiap kegiatan sosial yayasan, baik di pusat maupun cabang. "Santri bukan hanya belajar di kelas, tapi juga belajar mengabdi kepada masyarakat. Di sini, mereka menunjukkan bahwa pemuda adalah mesin penggerak utama setiap kegiatan yayasan,".

Meski menggunakan bantuan satu unit mesin molen untuk mempercepat proses, tenaga manusia tetap menjadi kunci. Sebanyak 150 sak semen berhasil diolah dan dihamparkan untuk memperkokoh akses jalan di lingkungan komplek.

Menariknya, suasana kerja bakti ini terasa sangat hangat berkat dukungan dari para ibu-ibu komplek. Tanpa dikomando, mereka menyediakan aneka makanan dan minuman ringan (snack) sebagai penambah semangat bagi mereka yang bekerja di lapangan.

Pihak pengurus menyatakan bahwa tidak ada target kaku untuk penyelesaian proyek ini. Namun, melihat progres yang masif selama tiga hari ini, mereka optimis seluruh bagian jalan akan segera rampung dan dapat digunakan dengan nyaman oleh jamaah maupun warga sekitar.

(Andey Agusti Sisika)

Selasa, 13 Januari 2026

Semangat Gotong Royong: Puluhan Jamaah Cor Dak Lantai Atas Masjid Al-Muttaqin Kelompok Kajian Sukarela

Puluhan jamaah bersama para santri bahu-membahu melaksanakan proses pengecoran dak lantai atas Masjid Al-Muttaqin yang berlokasi di Dusun 3 Sukarela, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad 22 Rajab 1447 H/11 Januari 2026 ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan masjid yang telah dimulai sejak lima tahun silam.

Kelompok Kajian Desa Sukarela merupakan kelompok kajian binaan Yayasan Pendidikan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat dan masjid Al-Muttaqin merupakan lokasi sentral kegiatan kajian dan TPA di sana. Pembangunan gedung baru ini dilakukan tepat di samping bangunan lama yang bersejarah. Sebagai catatan, masjid lama pertama kali dibangun pada tahun 1975 dan sempat direhabilitasi pada tahun 1980.


Menjawab Kebutuhan Generasi Baru

Keputusan untuk membangun masjid baru diambil karena daya tampung masjid lama yang sudah tidak memadai lagi. Pertumbuhan jumlah jama’ah dan generasi di Dusun 3 Sukarela menuntut adanya ruang ibadah yang lebih luas dan representatif.

"Pembangunan ini sudah dimulai sejak tahun 2020. Kami melaksanakannya secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan dana yang ada," ujar Wak Buyung. Adapun koordinator kegiatan ini adalah Adi Rianto atau hangat disapa Mang Ujang.

Nantinya, setelah masjid baru ini rampung, bangunan masjid lama tidak akan dirobohkan, melainkan dialihfungsikan sepenuhnya menjadi pusat Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) bagi anak-anak sekitar.

Kerja Keras di Tengah Tantangan Akses

Proses pengecoran kali ini mencakup area seluas 64 meter persegi (16x4 meter). Sebanyak 100 sak semen, 15 kubik pasir, dan 15 kubik koral diolah secara manual menggunakan dua mesin molen.

Tantangan utama dalam pembangunan ini bukanlah semangat jama’ah, melainkan akses logistik. Lokasi pembangunan yang sulit dijangkau akibat kondisi jalan yang rusak dan licin menjadi hambatan dalam pendistribusian material bangunan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta gotong royong yang tidak hanya datang dari warga setempat, tetapi juga dari jamaah pusat, para santri, serta jama’ah dari Kelompok Kajian Sukamakmur dan Lebar Akar.


Dana Swadaya dan Harapan Masa Depan

Seluruh pembiayaan pembangunan Masjid Al-Muttaqin bersumber murni dari swadaya dan infaq jama’ah. Wak Buyung menjelaskan bahwa pihak pengurus tidak menetapkan target kaku kapan pembangunan harus selesai.

"Kami kerjakan sesuai kemampuan yang ada. Namun, tentu harapannya bisa selesai secepat mungkin agar bisa segera digunakan oleh jama’ah untuk beribadah dan mengikuti kajian rutin setiap Kamis bersama Ust. Abdul Malik Al-Izza," tambahnya.

Melalui pembangunan ini, pengurus berharap kemakmuran masjid akan semakin meningkat dan mampu menjadi pusat syiar Islam yang lebih kuat bagi masyarakat di Kecamatan Rantau Bayur.

(M. Bardan, M. Iesyad Zamharir, M. Ihsan Hibbatullah)