Jumat, 19 Desember 2025

Kultum Rutin Ma’had ‘Aqu-Lu el-Muqoffa Al-Islamiy: Pembentukan Karakter Pemimpin Asli Masa Depan


Setiap siang, tepat setelah shalat Zuhur berjamaah, suasana di Masjid el-Muqoffa selalu terasa istimewa. Tidak ada santri yang terburu-buru; sebaliknya, mereka berkumpul dengan antusias untuk mengikuti agenda unggulan:
Kultum Rutin Santri
.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari langkah nyata Ma'had dalam mewujudkan visi besarnya.

Belajar Menjadi Pribadi yang "Mewarnai, Bukan Diwarnai"

Sesuai dengan semangat "Muatsar wa laa muatsir" (Mewarnai bukan diwarnai), para santri didorong untuk menjadi individu yang membawa pengaruh baik bagi lingkungan sekitar. Lewat podium ini, santri diajarkan bahwa untuk menjadi pemimpin asli, mereka harus berani menyuarakan kebenaran dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di luar sana.

Mewujudkan Karakter Pemimpin

Melalui kultum harian, Ma'had menjalankan misinya untuk menempa santri agar memiliki empat karakter utama, yaitu:

  • Asli: Menjadi santri yang jujur dan punya jati diri Muslim yang kuat.
  • Ilmiyah: Setiap ucapan harus berdasar, yakni bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits.
  • Diniyah: Selalu mengedepankan nilai-nilai tauhid dalam berinteraksi.
  • Kritis: Mampu memunculkan karya dan kerja nyata untuk menyelesaikan persoalan umat

Dukungan Penuh dari Para Guru

Proses belajar ini dilakukan dengan adil melalui pergiliran jadwal antara santri putra dan putri. Di balik layar, para pembimbing setia mendampingi untuk memberikan arahan.

Setelah santri selesai kultum, para guru memberikan masukan yang membangun. Ini adalah komitmen Ma'had untuk mendampingi setiap langkah santri agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, cepat, tepat dan cakap.

Menyiapkan "Anak Panah" untuk Peradaban Dunia

Ma'had Al-Muqoffa memandang setiap santri sebagai "Anak Panah" yang sedang disiapkan untuk melesat jauh membawa manfaat bagi umat. Dengan simbol pena yang melambangkan gerbang ilmu pengetahuan, santri dipersiapkan menjadi pemimpin asli di masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara mental dan spiritual.

sumber : akuis.or.id

0 komentar:

Posting Komentar